Asswrwb, untuk memelihara silaturachim, kepada teman teman yang pernah konsultasi kerumah saya baik sewaktu saya masih di Surabaya, Tanggerang ataupun Bogor, yang kesulitan bertemu saya dirumah, silahkan buka Account di Facebook dan Request ke FB saya : NURHANA TIRTAAMIJAYA…email: ntirtaamijaya@hotmail.com… Ini juga berlaku bagi mereka yang belum pernah jadi pasien saya, tapi ingin ada komunikasi dengan saya, tapi diluar konteks Konsultasi/Penyembuhan, mungkin sekedar Sharing/Curhat Ringan versi FB…Kalau yang serius Konsultasi Penyembuhan, tetap lewat Blog ini… Bagi teman teman yang ingin pelihara komunikasi atau baru menjalin komunikasi, saya minta data Profilnya yang asli, jangan disamarkan atau pake foto orang lain, tidak ada yang dirahasiakan..Kalau yang disamarkan, silahkan diblog saja… Komunikasi lewat FB ini untuk menyiapkan rencana Temu Muka antara pencinta blog saya dengan saya, sesuai permintaan para pembaca blog dan mantan pasien saya…Rencananya anak saya Surya Dharma yang akan mengatur dan memfasilitasi Temu Muka ini,kebetulan dia tinggal di Karawaci Tanggerang… Siapapun yang tertarik untuk bergabung dalam “Komunitas Pemikir Positif” yang saya bangun lewat Blog saya selama sekitar 4 tahun dan telah dikunjungi sebanyak lebih dari 700 ribu kali, dimana rata rata pengunjung setiap hari sekarang antara 500-1000 kali, dimana rekor pengunjung tertinggi aalah sebanyak 2800 kali/hari, pada saat saya menulis tentang Letjen TNI Pur Sintong Panjaitan…silahkan gabung di Face Book saya dulu agar kita sling mengenal profil masing masing… Komunikasi lewat FB ini, sesuai Thema Blog saya: ” The Inspiration To Build The Great Life “…yang maknanya kira kira: ” INSPIRASI MEMBANGUN AGUNG/KEHIDUPAN RAHMATAN LIL ALAMIN..”…. Artinya, kita kumpul dalam rangka membangun suatu Komunitas yang Rahmatan Lil Alamin…Bermanfaat Bagi Kelestarian/Kehidupan Alam Semesta…sesuai bakat dan kemampuan kita masing masing, sekecil apapun….Karena menurut Al Quran: “Sebaik baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi lingkungan hidupnya/orang lain…” Sekian dulu, nanti disambung lagi…

Budaya minta maaf dan memaafkan semua kerabat dan handai taulan, bahkan orang yang pernah menzalimi kita pada Hari Raya Idul Fitri adalah Budaya Islam yang sudah mengakar secara mendalam, sehingga sudah menjadi Way Of Life, Pandangan Hidup bangsa Indonesia…

Paradigma diatas, sepertinya benar, tapi mengapa kondisi kehidupan di Indonesia ini masih ” CARUT MARUT ?”…Perilaku kekerasan, perkelahian antar suku, antar kampung, antar agama, antar kelompok, anarkhi, penzaliman, KKN, kebohongan publik, masih merajalela di mana mana dan terus menerus terjadi sepanjang tahun…?

Setelah saya pelajari secara mendalam, ternyata Budaya Maaf Memaafkan pada setiap Hari Raya Idul Fitri hanya baru setingkat “Kulitnya saja”…Tidak masuk kedalam sampai dihayati oleh Sepenuh Pikiran dan Hati Nurani semua masyarakat kita…Hanya pada tingkat “Ceremonial” saja…., hanya sekedar “Ritual” saja, tidak sampai mendalam menjadi “Pemahaman Spiritual” masyarakat banyak…

Kalau kita rakyat Indonesia ingin membangun Indonesia Baru, membangun dan menciptakan “Masyarakat Adil dan Makmur Material Spiritual”, seperti amanat Mukadimah UUD 1945…

Pemahaman yang Spiritual tentang hakekat “Minta Maaf Secara Ikhlas Pada Hari Raya Idul Fitr”, harus disertai “Istigfar/Bertobat atas semua dosa dan kesalahan kita dimasa lalu dan berjanji tak akan mengulanginya lagi dimasa depan”….Baru Allah SWT dengan Hukum Alamnya akan merespon semua doa dan permohonan niat baik kita bagi bangsa dan negara…

Pengalaman hidup saya selama 68 tahunlah yang membuat saya yakin bahwa Istigfar dengan Tulus dan Ikhlas, adalah Kunci Pembuka Hidayah Allah SWT…

Tanpa dimulai dengan Istigfar yang Tulus dan Ikhlas, apalagi masih merasa dirinya tak berdosa, hanya sekedar ritual saja, maka semua Doa, Niat, Permohonan kita kepada Allah SWT, pasti tidak akan direspon sama sekali…

Hidup saya yang penuh dengan “Trial And Eror” selama puluhan tahun, sangat banyak diselamatkan oleh “Pemahaman Tentang Istigfar Yang Tulus Dan Ikhlas “, seperti yang saya uraikan diatas..

Setiap ada permasalahan dalam kehidupan kita, apakah itu penyakit, fitnah, kritikan, malapetaka, musibah, peringatan, hukuman, PHK, kegagalan bisnis, ditipu orang, dizalimi orang, disakiti suami, disakiti isteri, dilawan anak sendiri, dll lagi, kita “Mutlak harus melakukan introspeksi, mawas diri, melakukan Istigfar/Bertobat secara tulus dan ikhlas..jangan selalu mencari Kambing Hitam/menyalahkan orang lain untuk dijadikan tumbal kesalahan kita sendiri yang tak kita sadari…”

Sekian sharing saya bagi semua pembaca setia blog  saya yang setiap hari tetap berkisar antara 500-1000 orang pengunjung  setiap hari….Wasswrwb…

Oleh: tirtaamijaya | Agustus 27, 2011

TIPS MEMAHAMI FITRAH MANUSIA

Bulan Ramadhan hampir selesai dan hari Raya Idul Fitri hampir tiba…hari Lebaran adalah hari merayakan keberhasilan kita mensucikan diri di bulan Ramadhan, agar Jiwa/ Roch kita kembali kepada  “Fitrah”nya…

Walau Lebaran menimbulkan budaya baru diluar konteks ajaran Islam, seperti Budaya Mudik, Budaya Masak Ketupat, Budaya Berpakaian Baru, tapi, sebaiknya kita jangan lupa bahwa Tujuan Utama Lebaran adalah merayakan “  Hari Kemenangan Melawan Semua Nafsu Duniawi Yang Mengotori Fitrah Manusia Dalam Diri/ Jiwa Kita…”

Fitrah Manusia adalah “Mahluk Ciptaan Allah Yang Paling Mulia, Yang Kepadanya Diberikan Predikat Kalifah Dimuka Bumi, Wakil Allah Dimuka Bumi Untuk Memelihara Kelestarian Alam Semesta…”….Karena itu para Ulama sering mengingatkan kita bahwa manusia itu diberikan “Fitrahillah…”, yaitu diberikan Kemampuan Berpikir Untuk mempelajari Ilmu Tuhan Allah dan diberi Kemampuan Merasakan/Hati Nurani akan adanya Allah Yang Maha Kuasa….

Adalah sangat Naifnya kalau kita manusia tidak mau menyadari, mempercayai, meyakini dan mensyukuri Karunia Allah kepada kita Umat Manusia, dengan cara selalu Merawat Kwalitas Keimanan dan Ketaqwaan kita kepada Allah, dengan selalu Berpikir Positif bahwa, apapun yang terjadi pada hidup kita, Utamanya disebabkan oleh Kwalitas Keimanan Kita Kepada Allah SWT…bukannya selalu menyalahkan pihak lain, siapapun dia….kitalah yang harus selalu INTROSPEKSI atas segala takdir yang Allah berikan pada kita…susah atau senang…jangan hanya mengeluh dan mengeluh tanpa melakukan introspeksi kedalam, melakukan perbaikan mental spiritual kita sendiri…

Introspeksi dalam pemahaman Islam adalah ISTGFAR/BERTOBAT KEPADA ALLAH SWT SECARA IKHLAS…

Tulisan ini, disamping untuk mengingatkan diri saya sendiri, juga sharing kepada sekian banyak pembaca dan ara komentator yang masih tertimpa berbagai musibah dalam kehidupannya, padahal sudah berobat dan minta tolong kemana mana…

Mereka semua tidak sadar semua itu karena Allah masih sayang dan ingin mengingatkan mereka : “Mengapa Kamu Tidak Mau Minta Tolong Pada Dirimu Sendiri dan Allah..??? Apakah Kamu Tidak Tahu, Untuk Apa Kamu Diciptakan…?”

Banyak pasien saya yang akhirnya menyadari kesalahan cara berpikir tentang “Fitrah Manusia” yang mereka miliki, yang terperangkap musibah yang tak kunjung selesai, akhirnya setela menyadari “Siapa Fitrah Dirinya”, lalu Isigfar, memperbaiki Cara Berpikir dan Bertindaknya…lalu sembuh dan lolos dar musibah berkepanjangan, hanya dengan ” Self Healing, disertai Bertobat kepada Allah SWT…”…

Jadi kesimpulan dari tulisan ini adalah: “Marilah kita syukuri dan rawat Fitrahillah kita dengan serius, agar kita bisa Berabahagia Lahir dan Batin, Dunia Akhirat…amin…!!!”

 

 

 

 

 

 

Oleh: tirtaamijaya | Juli 10, 2011

PENGALAMAN MENGOBATI BIPOLAR, edisi 2

(Lanjutan dari edisi 1…)

Metoda Hypnoterapi yang saya lakukan adalah berdasarkan pelajaran yang saya pelajari dari buku yang berjudul “The Magic Power Of Your Mind”, koleksinya Bung Karno, di perkuat denga ilmu tenaga dalam dari Ilmu Silat Nur Illahi, ilmu rukyah/penggunaan ayat suci Al Quran yang saya pelajari dari ibu Titi Soediro (Turunan Sunan Kalijaga ke 14), dilengkapi dengan berbagi uji coba dilapangan sebanyak ratusan kali dalam waktu puluhan tahun (dari tahun 1970 s/d sekarang…)…

1. Sipasien diajak berbicara dari hati kehati dan dipancing agar mau mengeluarkan semua isi hatinya secara jujur dan terbuka, dengan cara menunjukan simpati kita kepada semua cerita dan luapan perasaannya, tanpa memberikan nasihat apapun dulu, saya hanya menjadi pendengar yang baik saja. Periode ini bisa makan waktu satu jam penuh, agar pasien puas mengeluarkan unek unek yang menurut pikirannya adalah dia yang benar, kita dengarkan dan analisa dalam hati saja, jangan komentar apapun…

2. Berikutnya, setelah pasien cape bicara dan kelihatan sudah mau bergantian mendengarkan cerita saya, maka saya mulai bercerita tentang ” The Magic Power Of Our Mind”, Kehebatan Alam Pikiran Manusia yang sangat dahsyat yang mampu mengobati semua penyakit kita, asal kita mampu mengaksesnya dengan baik dan benar, dengan izin Tuhan tentunya….Saya induksikan dan sugestikan kedalam pikiran sadarnya bahwa walau dia masih sakit, sebenarnya masih mampu mengobati dirinya sendiri asal mau berusaha mengakses Kekuatan Alam Bawah Sadarnya/Supra Conscious, dengan bantuan hipnose oleh saya dan tentunya diizinkan oleh Allah….Saya bangkitkan “Kepercayaan Dirinya/self confidence..”, setinggi mungkin…

3. Saya jelaskan pada pasien, metoda hypnoterapi saya agak berbeda dengan yang lazimnya dilakukan para penyembuh, saya tidak melakukan penyembuhan dengan kekuatan tenaga dalam saya, tapi justru memberi panduan bagaimana caranya agar sipasien tahap demi tahap bisa mengakses Kekuatan Bawah Sadarnya sendiri yang sangat dahsyat, yang selalu terhubung dengan Energi Illahiah, yang tersembunyi didalam otaknya sipasien…

4. Setelah pikiran sadar sipasien memahami dan mengerti betul metodanya dan mau saya pandu mengakses Adi Sadar/Supra Conciousnya sendiri dengan metoda hipnose, saya minta dia duduk dengan relaks dikursi empuk, atau tidur dengan relaks terlentang di tempat tidur.

5. Kemudian saya perintahkan pasien melakukan relaksasi semua otot tubuhnya mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala, sambil fikirannya fokus memvisualisasi jantungnya sendiri yang selalu berdetak didada kirinya dan seluruh urat nadinya, ditangan, kaki dan lehernya…Inilah pengkondisian Relaks tapi Fokus, prasyarat untuk siap mengakses Kekuatan Bawah sadarnya…Harus diusahakan sipasien sangat fokus kedetak jantungnya dan mampu merasakannya, sambil membayangkan Allah yang mengatur jantungnya selalu berdetak terus menerus tanpa pamrih dan diluar kendali sipasien ….menyadarkan bahwa ada Kekuatan Illahi dibalik semua detak jantung itu…sekaligus memindahkan frequensi fikirannya dari Beta ke Alfa, terus ke Tetha….agar bisa mengakses kekuatan Bawah Sadarnya yang bekerja difrequensi Alfa, Tetha dan Delta….

6. Selanjutnya saya perintahkan pasien yang beragama Islam membacakan Surat Al Faatihah dengan keras dalam bahasa Arab, lalu diminta membacakan tafsirnya dengan baik dan benar…..Hampir semua pasien saya yang terkena penyakit atau masalah yang berat, biasanya hanya bisa mengucapkan bahasa arabnya, tapi artinya tidak tahu sama sekali atau tahu sepotong sepotong….

7. Kemudian saya pandu sipasien mengucapkan tafsir dari surat Al Faatihah dengan baik dan benar dengan khusu, ayat demi ayat, terutama ayat” Hanya Padamulah Ya Allah Aku Menyembah Dan Hanya Padamulah Aku Minta Pertolongan…”, dilakukan berulang ulang sambil dilakukan proses hipnose kepada pasien tersebut…

8. Selanjutnya sipasien dipandu agar berada dalam keadaan hipnosis sambil sipasien meminta dalam hatinya secara terus menerus ucapan” Ya Allah, aku mohon agar Kekuatan Bawah Sadarku mengobati semua penyakitku..”, doa dalam hatinya pasien harus dilakukan sampai dia tertidur hipnose….

9. Setelah pasien tertidur hipnose, saya jaga agar jangan ada energi iblis menggangguproses bekerjanya kekuatan Alam Bawah Sadarnya, dengan cara mendampinginya sambil membacakan berbagai ayat suci alQuran tertentu.

10. Setelah berjalan beberapa menit, biasanya pikiran sadar pasien yang telah berpindah frequensi dari Beta ke Theta, akan mampu mengakses Kekuatan Bawah Sadarnya, lalu mulailah terjadi berbagai “Gerakan Bawah Sadar/ Gerak Rasa” pada bagian tubuh sipasien, mulai dari jari jemari tangan dan kakinya, sampai bergetar seluruh tubuhnya, digetarkan oleh enerji Alam Bawah Sadar yang mengobati penyakitnya….

11. Dalam kasus penyakit tertentu, terutama penyakit black magic, biasanya terjadi pertarungan dulu antara enerji jahat yang dikirim/yang ada dalam diri pasien melawan saya, baik secara fisik dan gaib…tapi biasanya bisa diatasi dalam hitungan detik atau menit saja….Tapi dalam kasus penyakit kejiwaan biasanya tidak terjadi perkelahian dengan saya, paling top adalah sipasien teriak teriak histeris, membuang enerji negatifnya sepuas hati sampai merasa lega…kadang kadang saya pancing sipasien untuk memuntahkan enerji negativenya denga menyerang saya, tapi biasanya hanya beberapa pukulan sipasien sudah terjatuh lemas sendiri tanpa saya lakukan perlawanan secara fisik….

12. Prose pembongkaran enerji jahat atau negative dalam alam pikira sipasien, baik itu black magic maupun kejiwaan, biasanya makan waktu satu jam lebih, untuk sampai pada kondisi sipasie terdiam lemas atau tertidur lelap ke frequensi Delta….

13. Setelah saya yakin bahwa sipasien sudah tertidur lelap dalam frequensi Delta, atau sudah terbaring lemas kecapean, barulah saya pijat titik saraf tertentu ditubuh pasien agar dia sadar kembali sepenuhnya, kembali ke frequensi Beta/aktif.

14. Setelah sadar penuh, biasanya saya ajak bicara pelan pelan untuk mengembalikan kesadarnnya, lalu menggerakan bagian tubuhnya yang sakit, disuruh berjalan dll, sekaligus menanyakan perubahan yang terjadi tentang penyakitnya…

15. Untuk kasus penyakit black magic, umumnya langsung kembali normal. Untuk penyakit kejiwaan, perlu beberapa kali petemuan. Untuk penyakit otot, saraf ringan, impotensi psikologis langsung normal, ingin punya anak juga cepat terlaksana…

Itulah rincian prosedur metoda penyembuhan dengan Kekuatan Pikira yang saya laksanakan selama puluhan tahun, sekarang saya tidak aktif lagi menerima pasien dirumah, tapi terbatas hanya diblog saja, sambil mengajarkan ilmu ini lewat tulisan.

Saya tidak lagi menerima pasien dirumah karena berbagai kendala, terutama saya dan isteri saya sering bepergian keluar kota/negeri dalam waktu tak menentu, menengok anak dan cucu kami.

Pembaca blog yang budiman, karena banyak yang bertanya tentang apakah penyakit kejiwaan Manic Polar Disorder/Bipolar bisa disembuhkan dan bagaimana cara penyembuhannya, saya akan ceritakan pengalaman menangani pasien Bipolar agar ada perbaikan mengarah ke penyembuhan…

Penyakit kejiwaan, sebenarnya bukan jiwa atau rochnya yang sakit, tapi menderita sakit atau kelainan pada saraf diotaknya…

Penyakit kejiwaan memang kebanyakan penyakit keturunan, bisa yang latent, bisa yang eksis…

Pemicunya biasanya adalah trauma yang terjadi pada dirinya semasa kecil atau remaja, yang melukai perasaannya dan secara otomatis melukai otak Thalamusnya yang berfungsi mengendalikan kinerja seluruh organ tubuh, kelenjar dan hormon serta darah manusia, melalui sistem saraf Otonom….

Bakat dari lahir dan Trauma yang menjadi pemicunya, akan melahirkan penyakit Bipolar, emosi tidak stabil, mudah marah, susah beradaptasi dengan lingkungan kerja, tapi kalau sedang normal, dia bisa berpikir genius dan kerja produktif, cenderung Perfeksi0nis/suka kesempurnaan…

Penderita ini ingin mendapat perhatian yang penuh dari pihak lain, semua ideenya ingin diterima dan kurang bisa menerima pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapatnya…

Untuk bisa mengobati pasien seperti ini, kita harus tahu betul kondisi pikiran dan perasaannya yang memang tidak normal, jadi kita harus sangat hati hati agar dia tidak tersinggung dan justru mau bersimpati kepada kita yang ingin mengobatinya…

Walau dia itu pasien kita, jangan coba kita langsung memberi petunjuk pengobatan atau melakukan analisa sesuai ilmu kejiwaan…dia pasti menolaknya dan tak mau mendengarkan semua petunjuk kita…

Inilah jalan ceritanya…

Saya mulai menulis diblog tentang Self Healing/menyembuhkan diri sendiri, Juli 2007, sewaktu saya masih aktif sebagai Corporate Scretary di PT. Suryainti Permata Terbuka, Surabaya…

September 2008, setelah Blog saya aktif selama 1 tahun dan mulai dikenal oleh pembaca di Indonesia, saya resign dari perusahaan dan pindah ke daerah Bintaro Tanggerang, karena anak saya yang bontot pindah sekolah ke SMU Pembangunan Jaya Bintaro Tanggerang…

Pada suatu malam, sekira jam 19.00, datanglah sepasang suami isteri kerumah saya, atas dasar permintaan suaminya untuk mengobati isterinya yang katanya menderita penyakit Bipolar….

Pada saat suaminya bersalaman denga saya, isterinya tidak mau menyalami tangan saya, kelihatan cuek dan muka cemberut…Saya mulai merasakan, ada resistensi/penolakan sang isteri untuk bertemu dengan saya…., tapi saya pura pura tak ada masalah, dengan ramah saya silahkan masuk keruangan tamu….

Setelah tiba diruangan tamu, mereka berdua duduk dikursi berdampingan, saya duduk didepan suaminya.

Pada saat itu juga, isteri saya yang sedang ada dirumah segera pamitan menengok anaknya diluar rumah, karena isteri saya gak suka menengarkan proses pengobatan yang panjang…waktu itu sekitar jam 19.10…

Saya mulai tanya kepada suaminya maksud tujuan datang kerumah saya. Suaminya cerita bahwa dia sudah baca tentang metoda self healing diblog saya, termasuk penyembuhan Psikosomatis. Karena itu mau minta petunjuk untuk menyembuhkan isterinya yang kata dokter jiwa, menderita Bipolar…

Suaminya cerita bahwa sejak isterinya hamil, penyakit Bipolarnya kambuh bertambah parah sehingga diskors oleh pimpinannya di Bank Artha Graha, karena berbuat keributan dikantor, melawan atasannya…

Dirumahpun kerjanya marah marah melulu. Sudah berobat ke Dr Jiwa sekitar 60 kali, ke berbagai penyembuhan alternatif, juga tak bisa sembuh..

Sewaktu sang suami becerita dengan bersemangat tentang penyakit dan perilaku isterinya yang merepotkan sang suami, tanya jawab dengan saya sekitar 1 jm, isterinya diam saja cuek, tidak menunjukan emosi apapun…

Kemudian setelah selesai menggali informasi dari suaminya, saya berpindah bertanya kepada isterinya, dengan bertanya  sbb:

“Apakah betul ibu menderita sakit seperti yang diceritakan oleh suami ibu kepada saya barusan…???”

Isterinya langsung menjawab: ” Tidak benar, saya tidak menderita sakit apapun, dokter jiwa yang periksa saya saja yang goblog, tahunya hanya kasi obat penenang terus…saya kan sedang hamil, obat penenang itu berbahaya bagi janin bayi saya, malahan dokter itu memaksa saya minum obat penenang dan obat tidur…, saya gak mau…!!!”

“Bagaimana dengan peristiwa dikantor yang menyebabkan ibu diskors?”..

“Saya sedang menegakan disiplin dan tata tertib dikantor saya, HRD malahan menegur saya, karena saya merasa benar, lalu HRD saya lawan. lalu saya diskors, tapi saya berada dipihak yang benar, hanya HRD gak suka saya…!!!”

“Jadi ibu sengaja tak mau minum obat penenang dari dokter karena ingin memelihara janin bayi ibu?”

” Ya, dokter ahli kandungan yang merawat saya melarang saya minum obat tidur dan penenang, walau akibatnya saya menjadi agak sulit tidur dan temperamental..”

” Ibu masih bisa mengendalikan temperamen ibu yang mudah marah..?”

“Tentu saja, asal jangan diganggu dan dipojokan terus, saya siap menerima semua resikonya, termasuk kalau saya harus di PHK oleh perusahaan..”

” Apa jabatan ibu di kantor?”

“Saya Eksekutif muda bidang finance, saya lulusan S2 di Amerika Serikat..”

“Ibu sudah seratus persen siap menerima resiko akibat ibu tidak mau minum obat penenang sehingga mudah marah dan diskors oleh perusahaan, tapi suami ibu ternyata tidak siap dan merasa menderita mendampingi ibu..”

” Terserah kalau dia tak tahan menghadapi saya, saya tetap tak mau minum obat penenang, saya mau mempertahankan bayi saya, apapun resikonya, termasuk kalau suami saya meninggalkan saya…!!!”

Saya lalu beralih lagi kepada suaminya:

” Apakah betul isteri anda sedang hamil muda?”

“Betul..”, jawab suaminya…

” Kalau begitu alasan isteri anda tak mau minum obat penenang dari dokter Jiwa adalah sangat tepat, karena itu juga petunjuk dokter kandungannya…?!”

” Ya juga, tapi saya bingung menghadapi isteri saya yang temperamental dan HRDnya yang minta saya mengendalikan isteri saya…”

” Jadi anda sekarang sedang merasa menderita akibat kelakuan isteri anda…?”

” Betul sekali pak, saya sangat menderita, tiap hari dimarahin isteri saya…!!!”

” Kamu pernah baca artikel saya tentang The Secret, yang menyatakan bahwa semua penderitaan seseorang sebenarnya ditarik oleh pikirannya sendiri yang negatif…???!!!”

” Sudah baca berulang ulang pak…!”

” Kalau begitu kamu setuju bahwa semua kelakuan isteri anda yang merepotkan anda sebenarnya adalah ditarik oleh pikiran anda sendiri dimasa lalu, jadi anda harus memperbaiki cara berpikir anda…?”

” Lho, kok jadi saya yang diterapy pak, yang sakit kan isteri saya…???!!!”

Saya beralih kepada isterinya: ” Bagaimana pendapat anda ?”

” Betul sekali pak, sebenarnya saya begini ini karena kelakuan suami saya juga, saya terpaksa kerja keras untuk menghidupi kehidupan sekeluarga, sedangkan suami saya sampai sekarang pekerjaannya masih tidak jelas, jadi dia sangat takut saya di PHK oeh perusahaan, seharusnya suami saya yang mencari nafkah buat bayi saya…!!!”

Kemudian suami isteri itu terlibat diskusi dan berdebat tentang siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab membiayai bayi yang ada dalam kandungan isterinya dll…makan waktu sampai sekitar 1 jam juga…

Setelah puas berdiskusi dan berdebat, lalu suaminya tanya pada saya:

” Jadi kapan isteri saya mulai diterapy pak?”

” Ini sudah tahap awal terapy metoda Hypnoterapy, namanya prakondisi, menyamakan persepsi antara pasien dengan sipenyembuh dulu, karena sipasien harus betul betul mau menerima semua induksi dan sugesti yang akan saya berikan pada saat hypnoterapy nanti…kalai isteri anda masih menentang dan tak ikhlas untuk dihypnose, maka penyembuhan akan gagal total…!!!”

Kemudian saya tanya isterinya:

“Apakah anda sudah siap untuk saya hypnoterapy..?”

Dengan tegas isterinya menjawab: ” Sudah pak, sekarang saya sudah siap untuk diobati….”

lalu mulailah proses Hipnoterapy sekitar satu jam….

Tentang bagaimana cara melakukan hipnoterapy, saya ceritakan diedisi 2…

Pendek cerita, pada saat pulang dari rumah saya, isterinya sudah mau cium tangan saya dan bilang terima kasih….

( Dilanjutkan ke edisi 2)

 

 

 

Saya akan sharing pengalaman pribadi menyelamatkan dan menyembuhkan salah satu anak kembar saya yang hampir saja mengalami kejadian tragis mengalami salah diagnosa dan mal praktek disebuah ruamah sakit Internasional didaerah Kebon Jeruk Jakarta, yang inisialnya rumah sakit “S”.

Saya merasa perlu sharingkan diblog ini agar jangan sampai mereka yang menderita indikasi keluhan penyakit yang sama,  salah dalam mengetahui penyakit sebenarnya, hanya karena seratus persen percaya kepada dokter  rumah sakit terkenal saja , tanpa melakukan second opinion di tempat lain…….bisa fatal…

Sekitar tahun 2009, salah satu anak kembar saya, laki laki, berusia 30 tahun, sudah berkeluarga, terpaksa masuk dan dirawat disebuah Rumah Sakit Internasional di daerah Kebun Jeruk Jakarta, karena menderita sakit perut, sakit pinggang dan sakit disekitar paha kiri yang sangat akut…

Setelah dirawat, diobservasi, diperiksa darah dilaboratorium,  dirontgen dan dianalisa oleh dokter rumah sakit tersebut, dinyatakan bahwa salah satu ruas tulang punggungnya kurang satu/hilang, tulang selangkangannya bengkok, ada indikasi menderita sakit kanker darah….perlu dilakukan biopsi untuk mengetahui tingkat stadium kanker darahnya…..

Tentu saja hasil diagnosa dokter rumah sakit tersebut sangat mengagetkan anak saya dan kami orang tuanya……

Saya yang bereaksi sangat keras, yaitu meminta agar anak saya segera keluar dari RS tersebut dan mencari second opini, pendapat kedua diluar RS tersebut, berkaitan saya sering menemukan banyak mal praktek yang dilakukan oleh RS terkenal dan sulit dimintai pertanggunagn jawabnya…

Setelah dirawat 3 hari 3 malam dan membayar biaya perawatan sebanyak sekitar 10 juta, anak saya pulang kerumah dan berobat jalan dengan melakukan terapy sinar dirumah sakit tersebut yang biayanya sangat tinggi…

Setelah tiga kali melakukan penyinaran di RS tanpa ada hasil positif, saya bujuk anak saya untuk diperiksa di shinse kepercayaan saya yang tinggal didaerah Ciluar Bogor, dekat rumah saya di Bogor…

Akhirnya anak saya setuju dijemput di Jakarta dan dibawa ke Bogor dan diperiksa dan dipijat refleksi oleh shinse tersebut sebanyak 3 kali pertemuan…ditambah meminum jamu buatan shinse tersebut….

Apa yang terjadi ? setelah 3 kali dipijat refleksi dan minum jamunya, ternyata anak saya sembuh secara fisik dari penyakit yang dideritanya, hanya dalam hitungan sekitar 2 minggu saja…!!!

Setelah sembuh total, saya tanya shinse tersebut, apa sebenarnya penyakit anak saya tersebut…???

Apa jawab shinse tersebut?, sungguh hampir tak masuk akal kalau saya tak mengikuti proses pengobatan anak saya tersebut…jawabnya adalah: ” Anak bapak menderita kram/kejang saluran kencing saja…!!!, tidak ada penyakit lainnya….!!!”

Saya bersyukur kehadirat Illahi, karena atas petunjukNya lah saya bisa menyelamatkan anak saya dari kejadian mal praktek yang sangat berbahaya…

Selanjutnya saya ajak anak saya tinggal bersama saya sekitar satu bulan untuk melakukan Tune Up pikirannya, membangkitkan pikiran positif dan membuang pikiran negatifnya….

Sampai sekarang waktu sudah berjalan dua tahun, anak saya sehat walafiat seperti sedia kala, kalau ada keluhan fisik, ya tinggal datang ke Ciluar, rumah saya dan dipijat refleksi oleh shinse tersebut…

Shinse tersebut dibayar sesuai keikhlasan pasiennya, tak menentukan tarif, bahkan mereka yang betul betul tak mampu, digratiskan…

Shinse tersebut bernama Ngadimo, orang Solo, tinggal lama di Bogor, belajar dari seorang Shinse dari China di Kalimantan sekita 30 tahun yang lalu. Pasiennya sekarang datang dari penjuru tanah air, antri dari jam 6 pagi sampai jam 7 malam, setiap hari kecuali hari Selasa…

Saya sendiri sekitar 1 bulan atau dua bulan sekali kontrol kesehatan kepada shinse Ngadimo tersebut, juga isteri saya.

Sebelum berangkat ke Manchester terakhir ini, yaitu bulan Mei ini, kami kontrol dulu ke pak Ngadimo…

Bagi mereka yang sakit aneh tapi nyata, silahkan mencoba beliau, murah meriah tapi manjur, asal mau bersabar antrinya, atau mau datang jam 5 pagi utk dapat kesempatan pertama….

 

Oleh: tirtaamijaya | Mei 19, 2011

MENGUBAH TAKDIR/edisi 2

BAB 4

SEGITIGA HUKUM SEBAB-AKIBAT

 

Takdir adalah produk dari mekanisme hukum sebab-akibat. Tak akan terjadi Takdir jika tidak ada proses yang mendahuluinya.

Ya, Takdir adalah akibat dari suatu proses yang telah berlangsung sebelumnya.

Selama ini, kebanyakan umat Islam menganggap Takdir sebagai sebuah peristiwa yang berdiri sendiri, terjadi tanpa ada sebab yang mendahuluinya. Bahkan menganggap sudah ditetapkan sebelum peristiwa terjadi.

Inilah salah satu faktor yang menyebabkan kekeliruan mendasar dalam memahami Takdir. Kurang tepat dalam memahami konsep waktu.

Konsep Hukum Sebab-Akibat didalam Islam, melibatkan Kekuasaan dan Kehendak diluar kekuasaan dan kehendak manusianya.

Hukum Sebab Akibat versi Islam, melalui proses: SEBAB-EVALUASI ALLAH-AKIBAT.

Secara visual, Hukum Sebab Akibat versi Islam berbentuk segitiga, sudut yang mengarah kebelakang adalah SEBAB, yang mengarah keatas adalah EVALUASI ALLAH, yang mengarah kedepan adalah AKIBAT.

Artinya: “ Usaha dan peristiwa yang berjalan sekarang, tidak selalu memberikan hasil seperti yang kita inginkan. Ada Kekuasaan dan Kehendak Allah yang justru menjadi penentu tercapainya Akibat yang terjadi…”

Tapi ternyata, Allah tidak sewenang-wenang dalam menentukan hasil akhir tersebut. Allah melihat, mendengar, memperhatikan terus menerus segala kehendak dan upaya manusia, baru kemudian memutuskan hasil akhir kehendak dan usaha manusia tersebut…itulah yang disebut Takdir !

QS. AR RA’AD (13): 11

Bagi manusia ada malaikat-malaikatyang selalu mengikutinya bergiliran, dimuka dan dibelakangnya, mereka menjaganya atas permintaan Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Pemicu Takdir adalah usaha manusia, kemudian Allah memepertimbangkan usaha tersebut dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya, dan akhirnya menetapkan Takdir bagi yang berusaha tersebut.

Begitulah yang terjadi setiap saat: Manusia berusaha, Allah mempertimbangkan dan kemudian memberikan hasilnya, maka terjadilah Takdir.

Mekanisme segitiga hukum sebab akibat itu terus berlangsung dalam kehidupan kita sehari hari, sepanjang waktu yang kita lalui.

 

 

 

BAB 5

JUTAAN VARIABEL

TERJADINYA TAKDIR

 

Meskipun formulasi Takdir berada didalam bingkai hukum sebab akibat, tidaklah mudah untuk memprediksi hasilnya.

Kenapa?…KarenaTakdir dipengaruhi oleh banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Bisa ribuan bahkan jutaan variabel.

Kalu kita kelompokan, ada empat kelompok faktor yang berpengaruh atas terwujudnya Takdir seseorang, yaitu:

  1. Faktor dalam diri kita/internal.
  2. Faktor orang lain diluar diri kita/eksternal.
  3. Faktor alam dan lingkungan hidup/eksternal.
  4. Faktor Kehendak Allah/eksternal.

Kombinasi atas keempat faktor tersebut diatas bisa memunculkan jutaan variabel/kemungkinan terciptanya Takdir manusia.

Faktor dalam diri kita sendiri, bisa memunculkan variabel sangat banyak. Kehendak, niat, keyakinan, kecerdasan, keimanan, usaha seseorang dalam berusaha mendapatkan Takdir yang terbaik, sangat dipengaruhi oleh  kwalitas mental spiritual, kesehatan fisik dan skillnya. Semakin tinggi kwalitasnya, semakin besar kemungkinan menghasilkan Takdir yang diinginkannya.

Termasuk dalam kategori usaha ini, adalah bekerja secara lahiriah/fisik dan secara batiniah/berdoa.

Faktor orang lain diluar diri kita, seperti kepentingan orang lain yang juga berusaha keras merebut Takdirnya yang kebetulan berkaitan dengan Takdir yang kita inginkan disuatu lingkungan kerja misalnya, akan berpengaruh kepada hasil akhir Takdir yang kita kejar.

Faktor alam dan lingkungan hidup, juga akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir Takdir kita.

Mereka yang hidup di benua Afrika, dengan alamnya yang keras dan budaya penduduknya yang masih agak primitif,  mengakibatkan penduduknya pernah dijadikan obyek penjajahan dan perbudakan oleh penduduk dari benua Eropa. Tapi penduduk Jepang yang hidup didaerah yang sangat rawan gempa dan miskin dengan sumber daya alam, karena etos kerja dan budayanya tinggi, bangsa Jepang dan negaranya, lebih unggul dari bangsa Indonesia yang hidup didaerah yang sangat subur, tapi budaya dan etos kerjanya tidak sehebat bangsa Jepang.

Faktor kehendak Allah, termasuk faktor eksternal yang sangat menentukan dan final dalam penentuan hasil akhir Takdir manusia. Evaluasi Tuhan atas semua faktor yang berpengaruh dalam penentuan Takdir kita adalah betul betul menjadi hak prerogratif dan rahasia Allah juga. Sangat sulit diprediksi, menjadi jutaan variabel jumlahnya untuk bisa ditebak oleh manusia…!

 Pada zaman Firaun misalnya, orang yang dzalim sedang diberi giliran berkuasa oleh Tuhan, orang yang dijalan Tuhan sedang diberikan ujian dan cobaan keimanannya.

 Demikian juga sebaliknya dari abad ke 7 s/d abad 14, dipergilirkan oleh Tuhan saat zaman keemasan Islam didunia.

Abad 14 sampai sekarang umat Islam sedang diberikan cobaan dan ujian lagi, umat Kristen dan Yahudi sedang dipergilirkan oleh Tuhan untuk berada dizaman keemasan.

Walau demikian banyak faktor yang berpengaruh dalam proses terjadinya Takdir. Namun Takdir tetap saja merupakan produk dari sebuah PROSES HUKUM SEGITIGA  SEBAB –AKIBAT, YANG BERJALAN SEIRING DENGAN WAKTU.

 

 

BAB 6

RESULTANTE GAYA

Takdir bisa diumpamakan sebagai resultante gaya, yaitu penjumlahan dari semua gaya-gaya/kekuatan yang mengenai suatu benda.

Jika ada sebuah benda didorong kearah Barat, tapi pada saat bersamaan juga didorong ke Utara dengan kekuatan yang sama, maka benda itu akan bergerak kearah Barat Laut.

Jika dorongan kearah Baratnya lebih kuat dibandingkan kearah Utara, maka benda itu akan bergerak menyerong lebih kearah Barat. Sebaliknya, bila dorongan kearah Utara lebih besar, maka benda itu akan bergerak serong lebih kearah Utaranya.

Itulah yang disebut Resultante Gaya. Yaitu perpaduan gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda secara simultan. Seringkali perpaduan gaya dorong itu bukan hanya berjumlah dua, tapi bisa berjumlah banyak.

Dalam waktu bersamaan, sebuah benda bisa didorong kearah Barat, Utara, Selatan, Timur dan arah mata angin lainnya. Maka resultantenya gayanya adalah perpaduan dari gaya-gaya tersebut.

Bergerak kemanakah benda tersebut?. Sangat bergantung kepada seberapa besar gaya dorong yang salingmenjumlah atau meniadakan kekuatan dorongnya. Jika gaya-gaya tersebut saling menjumlah, maka gaya dorongnya akan bertambah besar. Sebaliknya bila gaya-gaya tersebut saling meniadakan, maka gaya dorongnya bisa sampai nol.

Saya kira ini perumpamaan yang menarik untuk digunakan menjelaskan terjadinyaTakdir. Sebuah Takdir.

Sebuah Takdir adalah hasil perpaduan dari berbagai faktor yang mempengaruhinya. Faktor pendorong terjadinya Takdir itu akan saling menjumlah atau meniadakan. Hasilnya bisa berupa keberhasilan atau kegagalan. Ketika faktor penyebab itu saling menjumlah, maka dorongan untuk sukses ituakan demikian besarnya. Sebaliknya, jika faktor –faktor tersebut saling meniadakan, hasilnya adalah kegagalan.

Maka, keberhasilan mencapai “Takdir terbaik kita”, adalah sangat tergantung kepada:

“SEBERAPA BESAR KITAMENGENDALIKAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA TAKDIR”

Semakin banyak kita bisa mengendalikanfaktor penyebabnya, hasilnya akan lebih mendekati keinginan kita. Tapi bila semakin tidak bisa mengendalikan faktor-faktor tersebut, Takdir akan semakin jauh dari keinginan kita.

BAB 7

QADAR DAN QADLA

 

Ketetapan Allah yang kita kenal sebagai Takdir, dapat dijelaskan oleh dua buah kata: QADAR dan QADLA.

Keduanya bermakna ketetapan, tapi memmiliki pengertian yang berbeda.

Qadar bermakna: Ketetapan yang ditentukan oleh Tuhan, tanpa bisa diganggu gugat.

Qadla bermakna: Ketetapan Allah yang ditentukan berdasarkan usaha tertentu oleh manusianya.

Contoh Qadar:

  • Seseorang dilahirkan berjenis kelamin lelaki atau permpuan.
  • Seseorang lahir dari orang tua berkebangsaan Indonesia.
  • Lahir dengan bentuk dan kapasitas fisik tertentu.
  • Sesuatu keadaan yang dibawa sejak lahir.

Ketetapan Allah seperti diatas, tidak bisa ditawar, tidak bisa diganggu gugat, tidak bisa dipilih oleh yang bersangkutan, sepenuhnya tergantung kepada kehendak dan ketentuan Allah, terjadi dalam urutan waktu sebelum dia bisa melakukan upaya merubah Takdirnya.

Qadar adalah Takdir Allah atas peristiwa-peristiwa sebelumnya yang dilakukan oleh orang tua kita atau orang lain yang bersangkutan. Qadar tetap terjadi dalam konteks Hukum Sebab Akibat, atas berbagai upaya dan faktor penyebab sebelum seseorang dilahirkan.

Orang tua kita berusaha, dipadu dengan berbagai faktor penyebab yang berpengaruh, hasilnya adalah Qadar kita.

Jadi Qadar adalah Takdir Allah yang proses usahanya dan faktor penyebanya tidak melibatkan kita. Kita tinggal menerima saja….

Inilah yang sering diprotes oleh sebagian manusia. Kenapa seorang bayi ditakdirkan dengan cacat bawaan tertentu, sedangkan yang lainnya sehat sempurna.

Ada yang menilai Allah tidak adil terhadap bayi tersebut.

Hal ini tidak benar. Qadar bayi tersebut adalah hasil usaha dan berbagai faktor penyebab yang terjadi dan dilakukan oleh orang tuanya sebelum dia lahir.

Allah tetap menyiapkan Qadla, Takdir yang mengikut sertakan upaya dari bayi tersebut.

Contoh Qadla:

  • Adalah usaha seseorang merubah Qadar yang diterimanya pada saat dilahirkan.
  • Qadla adalah Takdir manusia yang mengikut sertakan upaya manusianya untuk memilih dan menentukan Takdir akhirnya.

Jadi Qadar adalah ketetapan awal berupa kapasitas. Qadla adalah usaha. Takdir adalah hasil, perpaduan antara Qadar dan Qadla.

 

 

 

Oleh: tirtaamijaya | Mei 19, 2011

MENGUBAH TAKDIR/edisi 1

Pendahuluan,

Pembaca blog yang budiman, saya ingin postingkan salah satu hasil karya seorang Suffi Modern, KH Agus Mustofa, yang berjudul:  “ MENGUBAH TAKDIR…”

Buku yang berjudul Mengubah Takdir ini adalah salah satu buku Best Seller di Indonesia, disamping sekitar 16 buah buku lainnya hasil karya dari Agus Mustofa,  yang telah di cetak dan dipasarkan di Indonesia.

Agus Mustofa, lahir di Malang 16 Agustus 1963, anak dari Syeh Djapri Karim, seorang guru tarekat intens( pernah duduk dalam Pembina Partai Penganut Tarekat Indonesia, pada zaman Bung Karno), sehingga sejak kecil ia sangat akrab dengan filsafat seputar pemikiran Tasawwuf.

Agus Mustofa adalah sarjana jurusan Teknik Nuklir, Fakultas Teknik, Universitas Gajah Mada, Jogyakarta.

Perpaduan antara ilmu Tasawwuf dan sains, telah menghasilkan tipikal pemikiran unik pada dirinya, terutama setelah bersinggungan dengan Profesor Ahmad Baiquni dan Ir Sahirul Alim MSc, sebagai dosennya…

Hasil karyanya yang berjudul MENGUBAH TAKDIR, adalah hasil diskusi, penelitian dan analisa yang mendalam dari berbagai ayat suci al Quran selama lebih dari 20 tahun….

Hasil karyanya menurut pengamatan saya, akan sangat berguna bagi kita yang beragama Islam, digunakan sebagai salah satu acuan utama untuk mencapai “ Kesuksesan dan  Kebahagiaan didunia dan diakhirat”,… disamping beberapa karya filosof dan motivator dari barat seperti:  Antony Robbins, Dale Carnegie, Kahlil Gibran, Napoleon Hill, dll.

Posting ini adalah editing dari bukunya yang terdiri dari 239 halaman, disingkat agar lebih mudah dimengerti, tanpa merubah maknanya….

BAB 1

TAKDIR,

 RUKUN IMAN KEENAM

Beriman kepada Takdir, bukan berarti percaya begitu saja, tanpa memahami maksudnya.

Beriman, adalah meyakini dengan berdasar pada pemahaman yang bertumpu pada akal, bukan hanya sekedar “ikut ikutan”, tanpa memahami “apa itu” Takdir…

 

 

 

 

Allah berfirman: QS. ISRAA (17) : 36

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak punya pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya.

Selanjutnya Allah juga berfirman, bahwa orang yang beriman adalah orang yang menggunakan akal. Bukan hanya sekedar percaya dan ikut ikutan….

QS. YUNUS (10) : 100

Dan tidak ada seorangpun akan beriman, kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang orang yang tidak menggunakan akalnya.

Artinya, orang yang tidak menggunakan akalnya dalam mencari keimanan, dia tidak akan pernah bisa menemukan keimanan yang sesungguhnya,…hanya ikut ikutan saja.

QS. YUNUS (10) : 36

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti, kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

 

Jadi, beriman adalah sebuah proses keyakinan secara akal. Menggunakan potensi kecerdasan. Tidak boleh sekedar ikut ikutan, menggunakan dugaan dugaan tidak berdasar.

Jadi pada saat kita menyatakan  beriman kepada Takdir, kita harus berdasarkan akal pikiran sehat. Kita harus paham betul tentang arti “Takdir”…

Jadi penempatan Takdir sebagai Rukun Iman Keenam, justru kita harus menggalinya sebagai kepahaman yang berdasarkan kecerdasan akal pikiran. Bukan justru tidak berani mempelajarinya dan percaya begitu saja dan ikut ikutan.

BAB 2

TAKDIR,

RULE OF THE GAME

Konsep Takdir sengaja diperkenalkan oleh Allah kepada manusia, dengan tujuan memberitahukan mekanisme sunatullah kepada manusia. Maksudnya, untuk mendorong kehidupan manusia agar sukses dunia akhirat.

Agar hidup manusia sukses, ia harus tahu tatacara kehidupan yang sesuai dengan sunatullah. Kehidupan adalah “Permainan”, kata Allah. Sedangkan Takdir adalah salah satu dari aturan mainnya.

Kalau para pemain ingin sukses dan memenangkan permainan, ia harus paham aturannya.

Allah telah memberitahukan aturan mainnya melalui ayat suci al Quran…

QS. MUHAMMAD (47): 36

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak meminta harta hartamu.

Ya, begitulah, berulang kali Allah mengatakan didalam Quran bahwa hidup adalah permainan. Karena itu didalamnya dikenal istilah menang dan kalah. Orang yang banyak melakukan ibadah disebut sebagai orang yang menang.

Sedangkan orang yang sedikit melakukan kebajikan dan ibadah, disebut sebagai orang yang kalah.

QS. AL MAIDAH (5): 48

Dan kami turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab kitab itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.

Untuk tiap tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.

Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikanNya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji pemberianNya kepadamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan.

Hanya kepada Allah-lah kamu kembali semuanya, lalu diberitahukanNya kepadamu apa yang kamu perselisihkan itu.

QS. AL HAJJ (22): 77

Hai orang orang beriman. rukulah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapatkan kemenangan.

QS. ASH SHAAFFAAT (37): 61

Untuk kemenangan serupa ini, hendaklah berusaha orang orang yang bekerja.

Allah menggambarkan hidup ini bagaikan sebuah perlombaan untuk mencapai kemenangan. Semakin keras usahanya dan semakin banyak kebajikannya, ia akan memenangkan perlombaan tersebut.

Jadi sebenarnya permainan hidup ini adalah sebuah permainan untuk berkarya sebanyak banyaknya. Bahkan berlomba lomba dalam berbuat kebajikan. Tidak ada tempat untuk orang bermalas malasan,yang pasrah bongkokan, yang lalai dan berdiam diri.

Allah menghargai orang yang bekerja keras untuk kesuksesan hidup dunia akhirat !

Banyak orang menunggu Hidayah, tanpa berusaha keras. Padahal petunjuk dan hidayah hanya diberikan kepada orang yang bekerja keras mencari, menemukan, disertai berbuat kebajikan.

Petunjuk dan hidayah tidak akan diberikan Allah kepada orang yang berdiam diri, tidak berusaha mencari, apalagi tidak meyakini. Petunjuk tidak akan diberikan kepada orang zalim, fasik dan kafir.

QS. YUNUS (10): 9

Sesungguhnya orang orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka akan diberikan petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, dibawah mereka mengalir sungai sungai didalam surga yang penuh kenikmatan.

QS. ISRAA’ (17): 15

Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah Allah, maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk keselamatan dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya dia tersesat bagi kerugian dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum mengutus seorang rasul.

QS. ASY SYUURA (42): 30

Dan segala musibah yang menimpa kamu, adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan kesalahanmu.

 

BAB 3

KONSEP KLASIK TAKDIR

Perdebatan tentang Takdir adalah imbas dari zaman awal perkembangan Islam, sesudah Rasulullah wafat, sampai abad pertengahan. Pemahamannya, khas zaman itu. Barangkali, sekarang kita melihat ada beberapa celah yang perlu diperbaiki supaya sesuai dengan pemikiran modern.

Perkembangan sains dan teknologi memiliki andil yang sangat besar dalam memahami konsep Takdir. Namun, sebelum melangkah kepada konsep modern tentang Takdir, kita perlu memahami perkembangan pemikiran pada zaman itu, supaya kita tahu bedanya.

Secara umum, perdebatan tentang konsep Takdir, terbagi dlam 3 kutub:

  1. Kutub yang pertama adalah mereka yang memandang Takdir sebagai kewenangan mutlak Sang Khaliq. Mereka diwakili oleh kelompok JABBARIYAH. Kelompok ini muncul pada abad 2 H. Tokohnya berasal dari kalangan Yahudi, yang bermaksud merusak kepahaman umat Islam tentang Takdir. Tokohnya yang terkenal adalah Thalut bin Ashom, dibantu oleh beberapa penyebar faham ini, antara lain Ibban bin Sam’an, Ja’ad bin Dirham dan Jaham bin Shafwan. Dalam paham kelompok ini, manusia tidak memiliki kewenangan sedikitpun tentang Takdir. Ketetapan Allah ini diyakini sudah ditetapkan sejak manusia belum diciptakan. Karena itu manusia bagaikan wayang kulit yang dimainkan oleh dalang. Nasib wayang kulit sepenuhnya hanya ditentukan oleh dalang. Wayang kulit tidak berhak protes atau mengubah sedikitpun peran yang dikehendaki sang dalang….Pasrah.
  2. Kutub yang kedua adalah kelompok yang pahamnya sama sekali berseberangan dengan kelompok kutub pertama. Mereka diwakili oleh kelompok MU’TAZILAH dan QADARIYAH. Kelompok kedua ini justru mengakui kebebasan kehendak manusia secara mutlak. Aliran MU’TAZILAH disebarkan oleh Abu Khudzaifah bin Atho Gahazali, sekitar tahun 699-749 Masehi. Sedangkan QADARIYAH disebarkan oleh Ma’bad al Jauhari al Bishri dan Al Jaddu bin Dirham, sekitar tahun 689 Masehi. Mereka berpendapat bahwa Allah tidak ikut campur tangan terhadap urusan manusia, karena Allah telah menyerahkan Kehendak dan KekuasaanNya kepada manusia. Maka manusia bisa berkehendak sebebas bebasnya, dengan segala konsekwensinya. Kesuksesan dan kegagalan hidup manusia berada dalam genggaman tangan manusia itu sendiri.
  3. Kutub yang ketiga adalah yang berada ditengah tengah. Mereka mencoba memadukan keduanya. Kelompok ini diwakili oleh ASY’ARIYAH. Dikembangkan di Irak oleh Ali bin Ismail bin Salim, pada tahun 873-935 Masehi. Menurut faham mereka, manusia bebas berkehendak, tetapi manusia tidak memiliki hak untuk menentukan hasil akhirnya. Manusia hanya berperan sebagian saja dari kesuksesannya, yaitu pada tataran kehendak dan usaha. Tapi penentuan hasil akhir, sepenuhnya berada ditangan Allah. Tapi dalam berjalannya waktu, kelompok Asy’ariyah ini lebih condong ke aliran Jabariyah, sehingga sering dianggap cabang dari aliran Jabariyah juga….

Ketiga aliran ini hidup terus dari zaman ke zaman dan memiliki pengikutnya masing masing. Sehingga konsep Takdir dalam komunitas Islam sampai sekarang masih tetap rancu dan masih menjadi perdebatan sengit, sesuai pemahaman ketiga kutub tersebut.

Konsep Takdir yang lebih bisa diterima oleh umat Islam modern, adalah yang dikemukakan oleh Ibnu Rusyd, nama lengkapnya Abul Walid Muhamad bin Ahmad bin Muhammad bin Rasyidi. Lahir di Cordova, Spanyol, tahun 1126 Masehi. Meninggal 1201 Masehi.

Menurut Ibnu Rusyd, manusia memiliki kebebasan tertentu dalam menentukan hidupnya, tetapi Allah menentukan hasilnya lewat Hukum Sebab Akibat.

Namun demikian, konsep yang dikemukakan sekitar 9 abad yang lalu itu, memang belum tuntas, belum sepenuhnya memuaskan semua pihak.

Untuk itu, dlam buku ini saya ingin mengambil sudut pandang yang lebih holistik/menyeluruh dalam menguraikan konsep Takdir.

 

Oleh: tirtaamijaya | Mei 17, 2011

INFORMASI UNTUK PEMBACA BLOG TERCINTA

Tgl 27 Maret 2011 saya dan isteri pulang dulu dari Manchester UK,  ke Indonesia karena ada beberapa urusan penting yang harus dilakukan, walau Visa kami sebenarnya berlaku untuk 6 bulan, sampai 6 September 2011.

Alhamdulillah, sewaktu di Indonesia, saya sempat kedatangan seorang gadis berusia 20 tahun, pembaca blog dari kota Sukabumi yang minta tolong disembuhkan dari penderitaannya yang merasa dirinya terkena guna-guna atau Teluh, sehingga merasa dirinya menjadi sosok yang menjijikan dan menakutkan seperti nenek lampir. Menurut ceritanya semua orang selalu mencibir dan membuang ludah kalau melihat dirinya….

Atas idzin Tuhan, gadis ini bisa ketemu saya dirumah di Bogor diantar  oleh ayah dan kakaknya.

Setelah saya periksa dan terapy, ternyata tak ada kiriman mahluk halus apapun yang dikirim oleh yang jahat kepadanya, hanya semacam kekuatan telepati yang menyerang alam pikirannya, saraf  diotaknya dengan enerji sugesti negatif, yang membuat dirinya betul betul berwujud seperti nenek lampir…..

Lalu saya lakukan proses Rukyah dan Hypnoterapy serta mentune up alam pikirannya dengan metoda Bengkel Pikiran, setelah itu saya ajarkan memahami dan menghafal arti Surat Al Faatihah, Annas, Al Ikhlas, Al Falaq dan Ayat Qursi…..juga dijadikan pekerjaan rumah dan kembali kerumah saya setelah semua dikuasai dengan baik….

Tiga minggu kemudian anak gadis dari Sukabumi tersebut datang kembali kerumah saya ditemani kakanya dan menyatakan dirinya sudah sembuh total dari penyakit pikirannya yang merasa mirip nenek lampir….

Setelah saya cek ulang, ternyata pasien tersebut kondisi kesehatannya sudah normal kembali, saya minta dia pulang segera, karena saya ada keperluan penting diluar rumah saya, dengan pesan agar selalu melaksanakan semua petunjuk saya, terutama meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT…

Dari peristiwa ini, makin jelas bahwa tanpa izin Tuhan, anak gadis itu tak mungkin bisa ketemu dan berobat pada saya, karena saya berada di Manchester UK. Tapi kalau Tuhan menghendaki, ada saja jalannya saya harus pulang ke Indonesia dan pada saat yang bersamaan, anak gadis tersebut datang kerumah saya di Bogor dan bisa jumpa saya…

Bagi mereka yang ingin berjumpa saya tapi belum berhasil, sabar saja, kalau memang ada niat yang kuat dan ada izin Tuhan, akan tiba juga waktunya untuk bertemu dan konsultasi pribadi dengan saya…

Sekarang saya sudah berada di Manchester UK lagi, silahkan baca artikel terkait dengan masalah anda, kalau masih belum puas, silahkan tulis komentarnya…Insya Allah akan saya layani lewat blog ini…

Wasswrwb…

Oleh: tirtaamijaya | April 9, 2011

menengok febriana di manchester uk, edisi 3

saya tambahkan beberapa foto lagi untuk sekedar laporan perjalanan ke uk.

 

Lokasi di depan Manhester University, didalam musium Manchester University, di Stadion Oldtraford milik Manchester United….

 

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 80 pengikut lainnya.