Pembaca blog budiman, terlanjur cerita tentang pengobatan kesurupan, akan saya ceritakan ulang beberapa pengalaman menangani berbagai jenis kesurupan yang agak unik.
Pada tahun 1984, pada saat saya bertugas sebagai Dan Pomdam VII Wirabuana di Ujung Pandang, teman saya seangkatan yang bernama inisial T, waktu itu masih berpangkat Letkol Infantri, menjabat Kepala Staf Brigade Inf Kodam VII/Wrb (terakhir Letjen TNI di Mabes TNI JKT), membawa adik iparnya, seorang permpuan, suku Jawa, yang berdomisili di JKT, kerumah saya di Ujung Pandang dengan keluhan perilakunya aneh, seperti orang linglung, sampai pacaran deng supir pribadinya, padahal sudah punya suami. Waktu disidang oleh keluarga suaminya di Jakarta tanpa malu malu dan tanpa takut mengakui semua perbutan selingkuhnya. Anehnya lagi adalah betul betul merasa tidak bersalah sedikitpun. Dimarahin, dipukul oleh suaminya ya diam saja….tapi tetap saja bandel, sampai supirnya dipecat.
Di Jakarta sudah berobat ke berbagai orang pintar tetap tak bisa sembuh…. Karena itu maksudnya diusahakan diobati keorang pintar di Mandar Sulawesi, gudangnya orang pintar di Sulsel….tapi sebelum ke Mandar, isteri saya memberitahu isterinya teman saya itu, bererti kaka kandung sisakit bahwa kok repot jaug jaug, minta tolong suami saya aja.
Isteri teman saya kaget, masa mas Nurhana (nama panggilan saya) bisa ngobatin penyakit gaib ?…Isteri saya bilang, “udahlah lebih baik ngomong sendiri, karena harus diminta, itu syaratnya, lumayan kan gratis ”…
Setibanya dirumah saya sudah malam hari, setelah mabrib. Sengaja saya perintahkan malam hari, agar kekuatan simahluk halus sedang pada puncaknya, sehingga dia pasti berani bertarung dengan saya. Kalau siang hari setan itu takut dan biasanya sembunyi dulu, kabur, nanti balik lagi…repot kalau begitu.
Setelah makan media sirh diberi garam dan minum air putih yang saya sudah Rukyah/beri doa dan diisi enerji Illahi, betul saja, sisakit langsung matanya melotot, ngamuk menyerang saya sambil marah marah…Sisakit dipegangi oleh kakaknya dan isteri saya ramai ramai….
Setelah pertarungan singkat sekitar 5 menit, akhirnya sisetan /mahluk halus menyerah dan bercerita seperti ini:
” Saya ini arwah seorang ibu yang mati penasaran, menderita karena diselingkuhi, dimadu oleh suami saya. Saya dendam kepada suami saya yang masih hidup, tapi suami saya kuat tidak bisa saya ganggu. Saya ( arwah tsb), tidak kembali kealam baqa, tapi tinggal diatas pohon Petai di depan rumah sisakit. Sisakit juga nasibnya sama dengan saya, menderita akibat perlakuan suaminya. Dia sering sedih melamun dibawah pohon Petai. Melihat itu saya sangat kasihan dan saya ingin membantunya membalas dendam kepada suaminya. Karena itu saya merasuk pelan pelan kedalam tubuh sisakit ini, Karena tujuan saya baik, maka jiwa sisakit ini menerima baik bantuan saya. Lalu ia berani melakukan semua bisikan bisikan saya agar berselingkuh, membalas kejahatan suaminya….”
Kemudian saya tanya kepada kakak sisakit apakah betul peristiwanya begitu?. Sambil menangis kakanya bilang sambil malu malu: “Betul mas, adik saya ini dipaksa pindah agama Kristen oleh suaminya dan tinggal bersama mertuanya. Suaminya sendiri pengangguran dan tidak bertanggung jawab…”
Kemudian saya tanya lagi kepada si arwah:” Ok, saya mengerti dan memaafkan kamu, tapi kalau kamu mau menolong, tolong jangan ganggu lagi sisakit ini, jangan kamu bisiki berbuat yang maksiat. Lalu apa saran kamu untuk menolong sisakit?”….( saya punya cara untuk berdialog dengan yang merasuki sisakit dengan cara menyalurkan enerji Illahi dan enerji Sinar Matahari dari Cakra Solar Pleksus saya, dengan cara menekan sebuah titik saraf dibagian dada atas, dekat tulang belikat)…
Lalu si arwah menjawab: “Baik saya akan pergi dan tidak mengagnggu lagi. Saya kasihan kok kepada dia, Kami senasib, disakiti oleh suami….Mengenai cara menolong sisakit, bawa dia kemakam ayahnya yang selama ini dirahasiakan oleh ibunya, sisakit ingin tahu makam ayahnya. Ayah sisakit juga dulu telah menyakiti ibinua dan tidak bertanggung jawabm sehingga ibunya melarang sisakit berhubungan dengan ayah kandungnya, Kuburan ayah kandungny berada di anu (suatu alamat di Jawa). Setelah berziarah kemakam ayah kandungnya, sisakit akan lebih kuat jiwanya…”
Lalu saya tanya kepada kakak kandung sisakit, isteri teman saya ini, apakah cerita arwah ini benar?….Dengan menangis tersedu sedu, kaka sisakit mengatakan: ” Betul semua cerita ini. Kami dari keluarga berantakan. Ayah kandung saya kabur dari rumah sewaktu kami kecil. Saya diangkat anak oleh pak De saya yang di Angkatan Udara. Adik saya ini terlantar ikut ibu saya dikampung , akhirnya menikah dengan suaminya sekarang dan terpaksa pindah agama….”
“Kemudian saya suruh si arwah pergi baik baik dan jangan ganggu lagi. Saya ucapkan terima kasih kepada arwah tersebut atas saran nya. Kemudian si arwah pamitan, lalu sisakit tersadar…tapi dia tidak tahu sama sekali apa yang telah terjadi disitu….hanya kelihatan seperti orang bangun dari tidur panjang yang sangat lelap sehingga sangat lemas, tapi pandangan matanya sudah tidak kosong lagi…
Kemudian kaka beradik menangis berangkulan…..
Proses pengobatan ini selesai sekitar jam 11 malam…..Lalu saya berikan arahan panjang lebar kepada isteri teman saya utk merawat adiknya lebih baik dll…..Sudah selesai?….Apa yang terjadi? …Tiba tiba sisakit mengamuk lagi dengan melakukan gerakan persis monyet. langsung menyerang saya denga cakarannya…
Teman saya dan isterinya terkaget kaget, ada apa lagi nih!
Sekitar 5 menit saya bertarung gaib, akhirnya saya bisa tundukan sisakit yang kerasukan, lalu saya tanya siapa yang datang ini. Tapi arwah yang datang ini gak mau jawab…tetap saja gerakannya seperti monyet, gak bisa ngomong….Saking jengkel, saya tekan titik sarafnya sambil saya tembakan enerji tenaga dalam saya sambil saya ancam akan saya bakar denga energi tenaga dalam saya…..
Akhirnya siarwah yang tadi sudah pamit pulag dengan baik, masuk lagi dan berkata: “Maaf pak, yang merasuk ini adalah monyet jadi jadian yang saya ambil dari Banten dan mendampingi saya terus dipohon Petai. Dulu waktu saya masih hidup untuk balas dendam saya belajar ilmu hitam di Banten dan diberi khodam berupa monyet jadi jadian (siluman monyet). Dia rupanya baru datang dari pulau Jawa dan tidak terima saya diusir dari sisakit, saya akan ajak pulang ke jawa pak, tapi tunggu lewat jam 12 malam, pintu pulangnya sekarang …..masih tertutup..”
Akhirnya kami sepakat tunggu sekitar satu jam ngobrol ngalor ngidul dengan arwah penasaran sampai sekitar jam 1.30 pagi, sampai si arwah dan monyet jadi jadiannya mau pulang dengan sukarela tanpa dipaksa lagi.
Temen saya yang Letkol Infanteri, sekarang Letjen TNI, bengong saja melihat itu semua dan dia bilang: ” Nur, dimana kamu belajar ini semua, dulu di Akmil kau belum bisa apa apa ?!”…
Saya ketawa lalu saya jawab: ” Panjang ceritanya, kalau diceritakan semua, semalam suntuk gak selesai ceritanya,,,pokoknya semua ini adalah misi dari gusti Allah kepada saya dan saya harus ikhlas menjalaninya, menolong orang susah yang sulit disembukan orang lain ….untuk bekal saya di akherat nanti…”….
Akhirnya jam 3 pagi teman saya dengan isteri dan adik ipar nya yang sakit tapi sudah sembuh, pamit pulang kerumah nya dengan menyampaikan terima kasih, sisakit sampai cium tangan saya…
Kemudian saya mengucap Syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT atas ridhonya membantu saya melakukan amal kebajikan semua itu. Apa yang saya lakukan hanya dalam rangka pengabdian saya kepada Allah SWT, sama sekali tidak ada maksud untuk mencari keuntungan pribadi, materi, pangkat, jabatan….hanya mencar pahala dan ridho Allah semata….
Pembaca blog budiman, kalau kita sudah bisa merasakan suatu kenikmatan menjalankan misi dari Allah untuk melakulan tugas Rahmatan Lil Alamin dari Allah SWT, maka kenikmatan duniawi lainnya akan terasa hambar…..kita tidak kan terjebak oleh nafsu duniawi yang membutakan hati kita, berbuat dzalim, maksiat, KKN, memberhalakan Harta, Tahta, Wanita pada saat kita dipuncak karier dan kekuasaan duniawi…
Semua falsafah hidup saya diatas membuat saya hidup tenang, sehat lahir batin dan bahagia dimasa pensiun dengan segala keadaan saya yang serba sederhana, dibanding teman seangkatan saya lainnya…
Semua kekayaan, pangkat, jabatan, kekuasaan kita suatu saat akan hilang juga sesuai denga berjalannya waktu…yangtersisa pada saat kita akan kembali menghadap Allah, hanyalah iman saleh dan amal ibadah kita….tentunya bagi kita umat Islam….
Sekian semoga memberikan inspirasi yang tertarik dunia spiritual….