Untuk memenuhi sarannya ananda Ima, pengunjung setia blog saya, agar membuat tulisan tentang Harkitnas (hari kebangkitan nasional), saya cari referensi kebeberapa situs di internet….
Saya menemukan situs eramuslim yang menulis bahwa menurut fakta sejarah yang diketahuinya, sebenarnya Harkitnas bukan tanggal 20 Mei 1908, tapi 16 Oktober 1905…yaitu hari jadinya organisasi Syarikat Islam, yang katanya jauh lebih tepat karena organisasi SI lebih nasionalis dan lebih melawan penjajah Belanda…sedang organisasi Boedi Oetomo justru anteknya penjajah Belanda….
Wah, kaget juga saya membaca tulisan ini…lalu saya browsing lagi di internet…ternyata tulisan yang isinya sama, tapi dalam bentuk lain, sudah direlease satu tahun yang lalu, pada tahun 2007….dan sudah ada komentar dari pembaca agar pemerintah atau instansi yang berwenang agar memberikan tanggapan tentang hal ini….
Saya cari tanggapan dari instansi yang berwenang, sampai sekarang belum ketemu….jadinya saya bingung mau tulis apa tentang Harkitnas, karena tanggal dan organisasinya masih jadi polemik dan tidak ada klarifikasi/pelurusan sejarah dari yang berwenang….(Karena menurut ajaran Islam, jangan ikut ikutan berbuat sesuatu kalau belum tahu kebenaran hakikinya/belum tahu ilmunya..)…
Tulisan ini jadinya menghimbau kepada instansi nyang berwenang agar mengklarifikasi polemik tentang Harkitnas ini secara luas dan transparan, kalau perlu dibuat seminarnya, agar masyarakat luas tidak bingung dan ragu ragu…maklum banyak kejadian sejarah yang direkayasa oleh kelompok penguasa seperti Kisah sejarah Penyerangan Jogyakarta(film Janur Kuning) dan Kisah Penumpasan Pemberontakan G 30 S PKI yang ternyata juga direkayasa…
Jadi dalam menyongsong Harkitnas 20 Mei ini, kita sebagai warga negara yang baik, jangan terpecah belah dengan polemik tentang mana yang benar dan mana yang salah, serahkan saja kepada yang berwenang…kita lakukan saja tugas tanggung jawab kita masing masing, bergotong royong, agar Bangsa dan Negara Indonesia ini bangkit dari keterpurukannya dengan memperbaiki kwalitas sumber daya manusia diri kita sendiri dan lingkungan yang menjadi tanggung jawabnya…
Hari Kebangkitan Nasional maknanya adalah hari bangkitnya bangsa dari kondisi jatuh terpuruk kedalam krisis multidimensi….kapan tepatnya hari itu sebaiknya dimulai, menurut saya tidak usah menunggu 20 Mei (apalagi ada polemik)….Sebaiknya setiap hari dari sisa hidup kita harus kita gunakan untuk kerja keras bergotong royong, bahu membahu untuk membangun bangsa ini….
Apalah artinya sebuah sebuah tanggal ???…Apalah artinya sebuah ceremony ???…Apalah artinya sebuah ritual???……Kalau semua itu hanya jargon yang kosong tanpa makna…tanpa karya nyata..? lebih baik kita tidak punya Harkitnas (yang berpolemik) tapi punya tindakan nyata, bangkit bergotong royong membangunkan bangsa dan negara Indonesia tercinta dari keterpurukan….
Ananda Ima, hanya ini yang bisa saya tulis untuk keingin tahuan anda mengenai pendapat saya tentang Harkitnas Indonesia ntercinta ini….Maaf kalau tidak memuaskan….
Ditulis dalam FILOSOFI