Peringatan satu abad Harkitnas telah dirayakan secara nasional di Jakarta dengan sangat meriah, tak kurang 100.000 orang memadati stadion Gelora BK,senayan, JKT…..ribuan militer dan sipil serta beberapa artis papan atas ikut memeriahkan seabad Harkitnas tersebut…
Bapak presiden SBY sendiri ikut mendeklarasikan Deklarasi “Indonesia Bisa”…dan Lagu berjudul “Majulah Bangsaku” ciptaan presiden SBY, juga ikut dinyanyikan oleh penyanyi papan atas….Sangat meriah….
Semua rakyat Indonesia tetntu mengharap agar ada follow up dari hingar bingar peringatan seabad Harkitnas tersebut…Bukan hanya sekedar formalitas ceremony dan ritual tanpa makna dan realitas nyata…
Bagi rakyat Indonesia, peringatan seabad hari kebangkitan nasional, baru terasa maknanya bilamana pemerintah beserta seluruh komponennya berhasil membawa seluruh bangsa Indonesia bangkit dari keterpurukan/krisis multi dimensi…krisis moral, mental spiritual, mental ideologi, politik, ekonomi, budaya,Hankam…
Hingar bingar ceremony tidak cukup bagi mereka…sekarang yang mereka tunggu ..what next?…apa follow upnya?…padahal BBM yang akan dinaikan Juni 2008 nanti dan BLT dengan jaring pengamannya masih didemo dimana mana…
Sambil menunggu follow up dari pemerintah untuk bangkit dari keterpurukan, kita tentunya tidak bisa hanya tinggal diam dan menunggu suatu keajaiban terjadi…karena keajaiban dari Allah SWT harus dibeli dengan kerja keras dan hati yang tulus dan ikhlas….
Marilah kita, khususnya mereka yang rajin membaca tulisan diblog saya ini, untuk proaktif bangkit secara mandiri, mulai dari diri sendiri, keluarga, handai tolan, komunitas khusus, organisasi seprofesi, organisasi kemasyarakatan….mulai sekarang juga, jangan tunggu ajakan dari pemerintah, mulai dari hal yang kecil, tidak usah yang besar dan hebat, secara silent/tidak banyak bicara/cerita/gembar gembor minta perhatian orang lain ( angel principle), segera melakukan total action….melakukan upaya nyata yang bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan kehidupan manusia dan alam sekeliling..
Apa saja yang bisa kita lakukan kalau kita sendiri dalam kondisi kehidupan yang berkekurangan…?….Banyak sekali, kita bisa sumbangkan waktu, tenaga, fikiran, saran, nasihat, suri teladan…..apa saja yang bermanfaat….
Kalau itupun masih tidak mampu…?…Lakukan saja aksi diam tidak mengganggu orang lain, tidak merugikan orang lain…
Mahatma Gandhi pelopor perjuangan bangsa India dan para pengikutnya, pada saat melawan penjajahan Inggris pernah melakukan aksi perjuangan tanpa kekerasan,melakukan aksi diam…ternyata berhasil….
Kenapa aksi diam bisa berhasil?….karena didalam diamnya itu kekuatan batinnya bergerak terus melakukan interaksi dengan kekuatan alam semesta dan kekuatan Tuhan yang selalu akan membela yang baik dan benar…karena suatu revolusi berdarah biasanya akan menimbulkan banyak korban yang tidak perlu/tidak bersalah…
Peringatan Harkitnas seyogyanya dimaknai sebagai hari kebangkitan mental spiritual kita membimbing pikiran, perasaan dan perbuatan kita agar selalu di jalan Allah….Tapi bukan berarti kita hanya terus duduk berzikir/berdoa dirumah dan tempat ibadah tanpa melakukan aksi sosial….
Kita harus mewarnai seluruh aktivitas ideologi, politik, ekonomi, budaya, hankam kita dengan bernafaskan kecerdasan spiritual, selalu berada dijalur yang dibenarkan oleh Allah…
Bagi mereka yang terlalu skeptis atau pesimis bahwa Indonesia Bisa Bangkit, segeralah merubah paradigma berfikir pesimisnya, menjadi optimis…karena semua perubahan, kebangkitan memang harus dilakukan dengan yakin dan mulai dari diri sendiri….
Dari kacamata berfikir positif, yaitu berusaha mencari maksud baik Tuhan dari musibah yang menimpa Indonesia selama ini adalah: ” Tuhan memberi pelajaran yang keras dan berharga kepada rakyat Indonesia agar merubah budayanya yang terlalu menggantungkan diri kepada kemampuan hebat seorang figur pemimpin/tokoh masyarakat, sehingga terjadi kultus individu, sehingga sang pemimpin lupa diri dan sang pemimpin dan yang dipimpin akhirnya sama sama berbuat syirik/menduakan Tuhan..” (maaf itu analisa saya pribadi…kalau keliru, saya yang salah…)
Dari kacamata kecerdasan spiritual, budaya kultus individu ini adalah gejala menciptakan “berhala Kehidupan”…ini berarti perbuatan syirik dan itu dosa yang sangat besar….( maaf ini juga pendapat pribadi…bisa saja keliru…)
Karena itu Deklarasi ” Indonesia Bisa …” harus dimaknai bahwa semua rakyat Indonesia secara individu harus merasa bisa dan mau memperbaiki sikap mental spiritual, jangan menggantungkan diri kepada orang lain, termasuk presiden RI…tapi bergantunglah kepada…Tuhan Allah dengan melakukan seluruh perintahnya dan menjauhi segala larangannya…..
Kalau setiap individunya sudah punya kemauan yang kuat untuk bangkit dijalan Allah, apalagi kalau dilakukan secara bersama, gotong royong sesuai ajaran Pancasila Dasar Negara kita….maka Deklarasi oleh presiden SBY pada peringatan seabad Harkitnas di Gelora BK Senayan JKT, akan bisa menjadi kenyataan…!!!