Oleh: tirtaamijaya | Juni 19, 2008

SEBUAH RENUNGAN

Pembaca sekalian, ini saya postingkan sebuah renungan yang dikirim oleh teman kita dari negeri Belanda, bapak William, semoga dapat dinikmati…

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke.  Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU.  Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

 

Malaikat memulai pembicaraan, ‘Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdo’a buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup.  Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!
 
‘Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang… kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
 
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, ‘Apakah besok pagi aku sudah pulih?

Pastilah banyak yang berdo’a buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang… jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdo’a pasti bukan persoalan yang sulit’.

Dengan lembut si Malaikat berkata, ‘Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdo’a buatmu… tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdo’a buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu  dekat ini ada 50 orang yang berdo’a buat kesembuhanmu’.

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdo’a buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri… di sebelahnya ada 2 orang anak kecil…putra putrinya yang berdo’a dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka’.

Kata Malaikat, ‘Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan
kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu’
 

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdo’a jam 2:00 pagi menjelang subuh,

‘Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik!

Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.’
 
Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat’.

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya.  Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa.  
Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdo’a 47 orang !
 
Dengan setengah bergumam dia bertanya,’Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdo’a buatku?’

Jawab si Malaikat, ‘Ada beberapa yang berdo’a buatmu.  Tapi mereka tidak Tulus.  Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini.  Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah’.

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,

‘Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu !!

Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdo’a buatmu tepat jam 24:00′.

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.
 
Bukankah itu Panti Asuhan?  kata si pengusaha pelan.

‘Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. ‘

‘Tadi pagi, salah seorang anak yatim panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak yatim panti asuhan sepakat berdo’a buat kesembuhanmu. ‘
 
Doa
sangat besar kuasanya.

Tak jarang kita malas.

Tidak punya waktu.

Tidak terbeban
untuk berdoa bagi orang lain.

Jangan tunjukkan kesombonganmu dengan hidup tanpa do’a

Ketika  kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdo’a bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan do’a dari orang-orang yang mencintai dia.

Disaat kita berdo’a bagi orang lain,kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa
melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

 
Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain.  Sebaliknya perbanyaklah berdo’a buat orang lain.
 
Terima kasih
 
Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan phisiknya, tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan,


‘Ya Allah saya mencintai-MU dan membutuhkan- MU, datang dan terangilah hati kami
sekarang…! !!’.  Amin…

 

Komentar dari saya:

” Terima kasih atas partisipasi aktif pak William, jauh jauh dari Belanda masih meluangkan waktu untuk sharing dengan mengirim sebuah tulisan yang patut kita renungkan bersama…terima kasih dan sering sering kirim lagi….

Untuk teman pembaca lain yang ingin berpartisipasi seperti pak William ini silahkan kirim ke imel saya, nanti saya postingkan….trims sebelumnya”

 

 

 


Tanggapan

  1. Subhanallah ..
    sebuah sharing yang bagus om .
    ima terharu membaca cerita ini .
    hiks .. hiks ..

  2. Assalamualaikum Wr. Wb.

    cerita yang menyentuh , menginspirasi , dan mengingatkan .

    salam kenal sebelumnya juga untuk mas William di Belanda. semoga perlindungan dan hidayahnya akan selalu tercurah kepada beliau, keluarga dan kita sekalian.

    banyak cerita yang membuat saya terharu saat membacanya, tapi mengingat saya ini lelaki jadi ya, sebisa mungkin selalu menahan tangis, :-)

    saya juga pernah membaca novelnya andrea hirata “laskar pelangi”, baru bagian pertama saja sudah membuat saya agak mrebes mili

    betapa banyak orang di dunia ini yang lebih jatuh dari kita, tetapi jarang kita kaji dan renungkan, waktu selalu berjalan, jatah kita semakin berkurang….

    semoga Allah selalu menampar kita dengan hidayahnya saat kita terkungkung dalam terali nafsu keduniawian .

    Amin ya Robb ….

    mohon maaf jika ada salah-salah kata.

    Wassalamualaikum

  3. seto, asswrwb…

    trims atas sharingnya…

    semoga bermanfaat bagi teman pembaca lainnya…

    wasswrwb..

  4. Ass wr wb Subhanalloh ….semoga Alloh memberi Rahmat kepadamu saudaraku ini…Teruskan Perjuanganmu saudaraku kami selalu merindukan karyamu..

    Wassalam

    H.Supriyadi

  5. H. Supriyadi, asswrwb…

    trims atas kunjungan dan dukungannya…

    semoga atas doa teman teman semua, perjuangan kita mewujudkan Indonesia Emas 2020 dapat terlaksana ….amin..


Beri tanggapan

Your response:

Kategori