Oleh: tirtaamijaya | Agustus 8, 2008

SHARING DARI WILLIAM DI NEGRI BELANDA

Para pembaca blog yang budiman, saya postingkan sharing dari teman kita di negri Belanda, sekedar untuk menambah wawasan kita….semoga bermanfaat…

Assalamu’alaikum wr. wb.,

Sesuai dengan permintaan pak Tirta, berikut ini sekedar sharing tentang pengalaman saya ketika bertugas sebagai anggota militer NATO menghadapi Pakta Warsawa di garis depan di Jerman Utara.

Pakta Warsawa adalah sebuah aliansi militer negara-negara Blok Timur di Eropa Timur, yang bertujuan mengorganisasikan diri terhadap kemungkinan ancaman dari aliansi NATO (yang dibentuk pada 1949). Pembentukan Pakta Warsawa dipicu oleh integrasi Jerman Barat ke dalam NATO melalui ratifikasi Persetujuan Paris. Pakta Warsawa dirancang oleh Nikita Khrushchev pada tahun 1955 dan ditanda tangani di Warsawa pada 14 Mei 1955. NATO sampai sekarang masih ada bahkan anggotanya sekarang terdiri dari beberapa negara ex. Pakta Warsawa.

Sebelum bergabung dengan British Rhine Army di Paderborn dan Bielefeld tentunya kami mendapat pendidikan dan training-training khusus.

Intinya pendidikan militer di Belanda dibagi 2. Koninklijke Militaire School di Weert mendidik menjadi kader militer selama 2,5 tahun kalau di Indonesia Secaba. Untuk menjadi manajer militer maka didik di Koninklijke Militaire Academie (KMA) di Breda atau kalau di Indonesia di Akmil. Pendidikan di KMA bisa 1,5 tahun (latar belakang pendidikan S1/S2/S3) atau 4 tahun (SMA+).

Semua Kepala Staf Angkatan di Belanda berbintang 3 hanya Inspecteur Generaal yang berbintang 4 (dulu di jabat Prins Bernhard).

Kadet-kadet Indonesia di KMA Breda antara kurun waktu 1949-1957 terdiri dari 39 kadet. 2/3 diantaranya menjadi Jendral. Alumni dari KMA Breda antara lain: RM H.H. Djajadiningrat, RM S. Tjondronegoro, Soedibyo, T. Sumantri Purbodinoto, R. Ngandani, Dading Kalbuadi dan Rudini.

Pendidikan dasar atau Algemene Militaire Vorming selama 4 bulan dilanjutkan dengan pendidikan kejuruan atau functionele opleidingen. Setelah itu dilanjutkan dengan training demolisi, komando, artileri pertahanan udara, intelijen, latihan-latihan ketrampilan dll.

Pengenalan berbagai jenis pesawat tempur dan helikopter tempur musuh seperti MIG, SU/AN/MI8 dll. Pengenalan berbagai jenis Tanks seperti T55/T90, panser dll.

Penggunaan dan kemahiran menggunakan pistol dan senjata seperti FN45, UZI, FAL, MAG, minimi, Browning 12.7, anti tank Dragon, LAW, TOW dsb. Juga Rapier (yang dipakai untuk mengamankan industri strategis seperti di Lhokseumawe dll) dan Stinger.

Kesatuan saya dibentuk di Inggris pada tanggal 11 Januari 1941 dengan nama Brigade Prinses Irene yang di resmikan oleh Ratu Wilhelmina. Brigade ini ambil bagian membebaskan Belanda dari Jerman ketika PDII dan setelah itu namanya dirubah menjadi Garde Regiment Fuselier Prinses Irene dan dalam waktu damai berfungsi sebagai Panser Infanteri Batalyon ke 13 GFPI dengan menggunakan panser YP408/YPR765. Kesatuan ini juga dilibatkan dalam berbagai misi perdamaian PBB dan bahkan ikut andil dalam pembebasan sandera RMS di Belanda tahun 1974/1975 ketika sudah ditarik ke Belanda kembali.

Selama bertugas di Jerman memang kami sudah disiapkan dengan kondisi udara ekstrim sampai -25 C tidur di luar atau dalam lubang perlindungan. Bila tidak hati-hati maka bisa kehilangan jari tangan dan kaki yang membeku dan terpaksa harus diamputasi. Dari segi makanan baik rantsoen ataupun dapur sangat memperhatikan pemeluk agama lain.

Memang semua ini menjadi suatu pengalaman yang berharga dan sulit dilupakan bukan saja disiplin, kerja sama, tanggung jawab, setia kawan ketrampilan dan survival yang dapat dipelajari namun juga pembentukan karakter tangguh yang dapat kita ambil hikmahnya untuk mengarungi hidup ini.

Bagi saya pribadi saya melihat bahwa dimana kita berada disitu langit harus kita junjung asal sesuai dengan tuntunan agama dan hati nurani.

Memang benar pak Tirta banyak kesamaan diantara kita. Tidak ada sesuatu terjadi secara kebetulan dan tanpa kehendak Allah SWT.

Salam juang 165

William

Pak William, terima kasih banyak atas sharingnya…

Banyak hal yang saya baru ketahui lewatv sharing bapak…

Wassalamwrwb…h. nurhana tirtaamijaya


Tanggapan

  1. Waah.. salah satu catatan sejarah Indonesia khususnya di bidang militer… keren banget informasinya pak..

    Terimakasih sudah sharing cerita ini..

  2. riasmaja, aswrwb..

    trims atas apresiasinya…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori