Oleh: tirtaamijaya | Juni 25, 2009

TIPS SENI KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN

Untuk memenuhi permintaan para pembaca yamg tertarik dengan ilmu kepemimpinan, saya coba sharingkan sebuah tips tentang “Seni Kepemimpinan Yang Efektif dan Efisien”.

Ilmu Teori Kepemimpinan bisa dipelajari oleh semua orang yang mau belajar, karena tersedia banyak sekolah dan buku tentang itu yang bisa dibaca dan dipelajari…

Tapi Seni Kepemimpinan hanya bisa dikuasai kalau sudah betul betul pernah mengalami sendiri memimpin minimal sekelompok kecil orang yang dinamakan regu (sekitar 9 orang), dilapangan, dikampus atau diperusahaan…atau juga dalam memimpin sebuah keluarga sendiri…

Seni Kepemimpinan adalah Kemampuan mempraktekan ilmu Teori Kepemimpinan kepada orang yang dipimpinnya…yang kenyataannya tidak selalu sama dengan yang diajarkan dalam ilmu teory kepemimpinan yang diberikan di Akademi Militer, di Perguruan Tinggi dan diLembaga Pendidikan manapun…

Mengapa demikian?…karena setiap individu manusia yang dipimpin, memiliki karakter yang berbeda satu sama lainnya, memiliki persepsi yang berbeda satu sama lain, juga memiliki interest/kepentingan pribadi yang berbeda…

Perbedaan itu kalau diseragamkan sesuai keinginan kita sebagai pemimpin, akan menimbulkan resistensi baik secara terbuka ataupun tertutup, berbeda beda…

Aturan kepemimpinan militer yang otoriter, akan lebih memudahkan sesorang pemimpin militer untuk melakukan Seni kepemimpinannya, tapi dilingkungan orang sipil akan menjadi lebih complicated, lebih rumit….lebih sulit….

Salah satu yang mempersulit melakukan Seni Kepemimpinan dilingkungan sipil adalah karena tidak terbiasa ditegakkan  “Ketaatan Yang  Mutlak Terhadap Peraturan Disiplin Dilingkungan Sipil”…

Jadi kunci keberhasilan Seni Kepemimpinan sebenarnya adalah Kemampuan seseorang untuk mampu menumbuh kembangkan “Ketaatan Terhadap Disiplin”…

Disiplin artinya adalah “Bersedia melakukan semua aturan yang ditetapkan oleh lingkungan hidupnya secara tulus ikhlas, tanpa harus dipaksa dan diawasi terus menerus oleh pimpinan, dilakukan secara lahir dan batin…”

Kunci sukses seorang pemimpin adalah “Mampu menumbuh kembangkan rasa taat yang tulus dan ikhlas dihati dan fikiran anak buahnya..”

Kunci sukses untuk mampu menumbuh kembangkan ketaatan yang tulus dan ikhlas adalah sebagai berikut:

  • Mampu memberikan suri Tauladan dalam Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan YME, serta ketaatan terhadap Peraturan Disiplin itu sendiri,
  • Mampu menegakan hukum dan disiplin dilingkungan secara jujur, benar dan adil…
  • Mampu bersikap dan berperan sebagai pengayom anak buahnya yang membutuhkan perhatian, bantuan, nasihat, petunjuk, secara tulus dan ikhlas…
  • Mampu menjadi seorang guru, pembimbing, dalam setiap permasalahan baik masalah tugas maupun pribadi…
  • Mampu berperan dan bersikap sebagai kawan yang baik, yang mau mendengarkan segala curhat dan keluhan anak buahnya, pada saat saat santai diluar jam pekerjaan kantornya…

Kelima kemampuan tersebut diatas inilah yang diajarkan dan dipraktekan oleh almarhum Jendral TNI M.Yusuf pada saat beliau menjadi Menhankam Pangab di Indonesia, sehingga beliau sangat sukses memimpin ABRI dan dicintai oleh masyarkat sipil di Indonesia pada masanya….

Dengan berpedoman kepada lima hal inilah saya relative sukses melakukan seni kepemimpinan memimpin pasukan dilingkungan Corps Polisi Militer dan menegakan Hukum Disiplin Dan Tata Tertib Dilingkungan ABRI dan Keluarganya, selama sekitar 32 tahun tanpa cacat….

Semoga sharing ini ada manfaatnya…


Tanggapan

  1. Kepemimpinan itu apakah sebuah bakat, seni, atau sesuatu yang diusahakan pak?..
    Melihat artikel anda, sepertinya anda akan memilih jawaban yang ketiga, tapi teori tentu saja kadang tidak sejalan dengan prakteknya, lebih kuat kepemimpinan adalah BAKAT.
    Artikel anda bagus ^^b

    Kedai

    • rahmat kedai, asswrwb…para pakar memiliki dua pendapat yang berbeda tentang “Kehadiran Seorang Pemimpin Kelas Dunia”, ada yang mengatakan bahwa seorang Pemimpin itu “Dilahirkan” oleh Tuhan, alias “Bakat Dari Lahir”, tapi ada yang mengatakan seorang Pemimpin itu “Dibuat/Dibentuk oleh Pendidikan Kepemimpinan selama hidupnya”…
      Yang saya tuliskan adalah tips untuk setiap orang yang kebetulan diberi tugas memimpin, apakah dia berbakat atau tidak berbakat, terdidik atau tidak terdidik, maka kunci suksesnya adalah apa yang saya tuliskan…
      Saya setuju bahwa Bakat itu penting, tapi bakat itu tetap harus diasah, dilatih dan dididik sebaik mungkin, sama seperti intan harus diolah dulu, digosok, dibentuk, agar bisa menjadi Berlian yang bersinar cemerlang…Saya setuju seorang Pemimpin Besar adalah seorang yang Berbakat yang mau Kerja Keras mengasah ilmu Kepemimpinannya dilapangan sehingga dia menguasai Seni Kepemimpinan yang handal dan berkwalitas….bakat saja tidak cukup….menurut saya lho…!

  2. dari gambaran diatas nampaknya kita harus menerima kenyataan untuk sekali lagi dipimpin oleh orang2 yang tidak masuk dalam kriteria diatas…

  3. pada akhirnya saya yakin bahwa pemimpin sejati memang terlahir dari kawah candradimuka-nya proses kehidupan…

  4. Assalamualaikum,
    Disebut Bapak di atas: Pemimpin harus mampu menegakkan hukum dan disiplin di lingkungannya dengan jujur, benar dan adil. Kok nggak ada “dengan tegas”? Bukankah kunci menegakkan disiplin, salah satunya adalah ketegasan?
    Pak, katanya, seorang pemimpin harus bisa dan berani mengambil keputusan (meskipun itu pahit bagi anggotanya tapi sesungguhnya akan manis di kemudian hari untuk mereka), dan kemudian bertanggungjawab untuk menanggung risiko (jika ada) atas keputusannya itu, bagaimana penjelasannya?
    Bagaimana tips/teknis mengambil keputusan yang tepat/benar Pak?
    Kalo pemimpin harus memberi suri tauladan, apakah itu termasuk suri tauladan dalam keprihatinan? Adakah “laku keprihatinan” yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin?
    Mohon penjelasannya Pak. Trima kasih sebelumnya atas kebaikan Bapak.

    • sunarko, asswrwb….Kemampuan menegakan hukum dan disiplin, didalamnya sudah termasuk ketegasan dan keberanian mengambil keputusan yang terbaik sesuai hukum Pidana Militer dan Hukum Disiplin…jadi tak perlu diuraikan lagi. otomatis harus tegas, berani, bertanggung jawab penuh atas segala resiko keputusannya…
      Keputusan yang tepat adalah keputusan yang dikeluarkan dengan memperhatikan azas kejujuran, kebenaran dan keadilan, dikaitkan dengan Hukum dan Peraturan yang berlaku, kemudian hasilnya efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi yang harus dicapai…
      Suri teladan artinya ikut melakukan secara konsekwen apa yang diberlakukan terhadap anak buah/organisasi, termasuk laku keprihatinan sesuai situasi dan kondisi, secara profesional dan proporsional….jangan berlebihan….
      Laku keprihatinan tujuannya untuk mengasah intuisi dan kewibawaan, karisma dan sixth sense….
      Seorang pemimpin yang baik harus pilih tanding, artinya punya kemampuan lahir bathin lebih baik diatas semua anak buahnya…sayangnya pemimpin sekarang kebanyakan hanya pemimpin formal yang diangkat oleh atasan dengan dasar like and dislike, bukan merit sistem/dasar kemampuan sebenarnya…pemimpin informal dimasyarakat biasanya akan lebih berkwalitas, karena dipilih langsung oleh anak buahnya….

  5. Bos, thema tulisan gini yg sy cari, kepemimpinan.
    Sy suka gaya memimpinnya SBY,Pasti Bisa.
    Sy jg pengen baca Berguru Pada Obama, tp harganya mahal. Gimana Bos, rakyat Indonesia tu kan perlu banyak membaca tp harga buku ga kejangkau…….. Masih mending buat beli beras..


Beri tanggapan

Your response:

Kategori