Pembaca budiman, karena masih banyak yang tanya tentang apakah obat penenang dari dokter ahli penyakit kejiwaan tetap harus diminum kalau sudah melakukan terapy Self Help/Kekuatan Alam Bawah Sadar…?!
Obat penenang dari dokter sifatnya hanya mengendalikan efek negative dari penyakit kejiwaan yang membuat seseorang menjadi sangat depresif, sehingga kadang kadang terlalu agresif dan tidak bisa tidur sama sekali….
Perlu diketahui dan disadari bahwa hanya dengan minum obat penenang, tentu saja penyakitnya sama sekali tidak akan bisa sembuh…???!!!
Menurut pengalaman saya menangani beberapa eks pasien dokter kejiwaan yang sudah addict/kecanduan obat penenang, setelah makan obat tersebut beberapa tahun, justru penyakitnya semakin parah saja, bukan menjadi sembuh…makin lama dosisnya semakin tinggi dan kalau tidak minum obat, penderitaannya semakin berat saja…!!!
Yang bisa menyembuhkan sipasien sebenarnya justru terapy konsultasi atau hypnotherapy yang dilakukan sidokter, agar sipasien mampu merubah mindset/pola pikirnya dari negative menjadi positif….
Tapi biasanya sipasien kurang mau bekerjasama dengan sidokter yang melakukan terapy, kebanyakan tidak mau menerima nasihatnya sama sekali, bahkan ada yang menuduh dokternya sok tahu, sok pintar atau malah disebut bodoh….Akibatnya ya semua konsultasi dan terapy didokter jiwa tak ada hasilnya karena sipasien mengira bisa sembuh cukup hanya minum obat penenang tanpa mau menerima nasihat dan merubah mind setnya….
Menurut pengalaman saya menangani eks pasien dokter jiwa yang sudah addict obat penenang, disamping harus dilakukan terapy melalui kekuatan alam bawah sadarnya melalui metoda sejenis hypnoterapy, dikombinasikan dengan konsultasi merubah mindsetnya dan juga harus dilakukan pijat refleksi untuk mengobati kesehatan urat sarafnya yang sangat lemah, dibantu dengan berbagai minuman herbal penguat saraf, sekaligus detoksifikasi, untuk menghilangkan efek negative obat penenang yang sudah berubah menjadi racun dalam tubuhnya…
Beberapa pasien saya yang disiplin, banyak yang mendapat perbaikan kondisi kesehatannya secara signifikan…tapi yang bandel dan tidak disiplin, alias semau gue, ya perbaikannya sangat pelan…karena tidak sabar dan selalu mengatakan dirinya terkena black magic dan minta agar black magicnya dibuang…???!!!
Berulang kali saya jelaskan pada mereka, bahwa walau gejala antara penyakit kejiwaan dengan penyakit terkena black magic itu sangat mirip, tapi saya sangat berpengalaman membedakannya, sudah lebih dari 30 tahun menjadi praktisi pengobatan black magic dan kejiwaan…tidak mungkin keliru…!!!…tapi ada juga yang bandel, ngeyel dan masih ragu akan pernyataan saya….akibatnya, ya penyakitnya susah sembuhnya…pasiennya merasa lebih pintar dari penyembuhnya, ya sulit…
Penyakit akibat black magic akan sangat mudah disembuhkan dalam waktu cepat, karena penyakit itu berasal dari luar tubuh sipasien/external. Begitu saya buang pengaruh enerji negative yang menempel ditubuh/fikiran/jiwanya, maka sipasien akan bisa kembali normal saat itu juga…hanya agar tidak kumat lagi, perlu benteng keimanan yang kuat…
Tapi kalau penyakit kejiwaan, penyebabnya adalah internal, pikirannya sendiri yang sudah rusak parah akibat stress, depresi yang berat dan berkepanjangan, akibat pola berpikir negatif yang selama ini digunakannya/mindsetnya negative…Maka sipasien mutlak harus mau bekerjasama dan ikhlas melakukan perubahan pola pikirnya secara signifikan dengan mau mengikuti petunjuk dan nasihat penyembuh secara disiplin….Jangan maunya seperti makan cabe, begitu dimakan langsung terasa hasilnya, pedas….tapi seperti makan/minum jahe yang hangat dan tidak bikin sakit perut….perlahan tapi pasti memberikan efek penyembuhan yang konsisiten….
Sekian, semoga bermanfaat.
Ass Wr Wb,
Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
Apa kabar Bapak ? Semoga selalu sehat.
Saya ingin menanyakan perihal adik laki-laki saya (39 th) yg di menurut dokter jiwa terkena schizofrenia. Dia mengkonsumsi obat dokter sudah lebih dari 5 tahun. Kegiatan sehari-hari saat ini hanya sholat, mengaji dan tidur. Dan dia tidak mau untuk di ajak konsultasi ke dokter, karena sikapnya yg paranoid.
Sebelum di bawa ke dokter, dulunya kami skeluarga beranggapan dia terkena gangguan gaib (tahun 1995). Karena ngamuk terus dan tidak sholat sama sekali, tidak mau mandi. Tatapan matanya kosong dan susah berkomunikasi, sering senyum2 dan bicara sendiri. Akhirnya kami membawa dia berobat ke sebuah pesantren yg khusus menangani orang2 seperti adik saya. Selama 2 tahun disana, dia sudah kembali sholat dan mengaji, tapi kadang2 masih ngamuk dan tetap susah berkomunikasi.
Akhirnya setelah ayah saya membawa dia ke dokter jiwa, dia sudah agak tenang dan harus makan obat sampai sekarang dan tidak boleh putus. Setelah diajak bicara oleh dokternya dia sudah mengerti dia sakit apa dan mau patuh untuk makan obat tiap hari.
Tetapi karena dokter jiwa yg menanganinya meninggal 2,5 tahun yg lewat, dia tidak mau lagi diajak konsul ke dokter lainnya.
Karena adik saya berada di luar kota di sumatera dan tidak gampang membawa dia ke jakarta, karena sikap dia yg paranoid tsb. Apa yg harus saya/keluarga lakukan untuk membantu dia melawan penyakit tersebut dan bangkit kembali semangat hidupnya. Di daerah kami belum ada jenis2 therapy seperti yg bapak sebutkan diatas.
Mohon solusinya Pak dan terima kasih atas perhatiannya.
Wassalam.
Oleh: enny on September 28, 2009
at 2:20 am
Assalammualaikum WrWb
Pak Nurhana..saya mau sedikit curhat sama bapak, tapi melalui email ke bapak, namun saya udah mencoba utk menghubungi bapak melalui email bapak..tapi kok gagal terus yah
Kalo boleh minta emailnya lagi atau adakah email lainnya.
trims,
Ris
Ris
Oleh: Risma on Oktober 26, 2009
at 4:43 pm
Ass.wr.wb
Pak Nurhana,masih ingat dg saya Pak? Saya Anam yg pernah mampir ke rmh Bpk d sekitar darmo satelit Surabaya awal thn 2008. Saya cari alamat facebook Bpk kok g ketemu2 ya?
Oleh: Khoirul Anam on November 11, 2009
at 12:39 pm
pak, ikut mempelajari disitus bapak
apa syarat untuk berguru energy nur ilah, bisakan saya berguru pada bapak
Oleh: iwan on November 25, 2009
at 3:06 am